CIREBON, ArgumenRakyat.com — Pesta minuman keras yang melibatkan sembilan pemuda dari lima desa di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berakhir tragis dengan tiga korban meninggal dunia, termasuk dua remaja berusia 16 tahun.
Para korban mengalami keluhan sakit perut, mual, muntah, hingga tubuh lemas setelah mengonsumsi minuman beralkohol kadar tinggi yang dicampur minuman berenergi. Kasus ini bermula dari pesta miras yang diduga berlangsung pada Senin (26/10/2026) malam di sebuah rumah warga di Blok Tunggak Jati RT 04 RW 02, Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon.
Dampak konsumsi mulai dirasakan para pemuda pada Rabu sore hingga Kamis (29/10/2026). “Berdasarkan laporan masyarakat, betul terdapat tiga korban hingga saat ini yang meninggal dunia akibat mengonsumsi minuman beralkohol kadar tinggi yang dicampur dengan minuman berenergi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol Irfan Mochammad Nur Alireja di Mapolresta Cirebon.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Alkohol 96 Persen Diamankan
Satreskrim Polresta Cirebon telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi mengamankan sampel muntahan salah satu korban, alkohol berkadar 96 persen, serta satu botol arak Bali.
“Selain itu, kami juga mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya sampel muntahan salah satu korban, alkohol kadar 96 persen, dan satu arak Bali,” kata Irfan.
Penyebab Pasti Belum Disimpulkan
Meski begitu, polisi belum menyimpulkan jenis minuman yang dikonsumsi para korban maupun memastikan hubungan setiap barang bukti dengan kematian mereka. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui kandungan cairan yang dikonsumsi dan penyebab pasti meninggalnya ketiga pemuda tersebut.
“Penyelidikan masih terus berprogres dan dalam tahap pengungkapan peristiwa ini,” jelasnya. Warga Desa Getasan sebelumnya menunjukkan lokasi pesta miras yang menelan korban kepada petugas di lapangan.









