Bos Microsoft Desak Regulasi Keselamatan AI Diperketat

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bos Microsoft Desak Regulasi Keselamatan AI Diperketat. (Foto: Dok. CNN Indonesia)

Bos Microsoft Desak Regulasi Keselamatan AI Diperketat. (Foto: Dok. CNN Indonesia)

**JAKARTA, ArgumenRakyat.com —** Presiden Microsoft Brad Smith menyerukan regulasi keselamatan kecerdasan buatan (AI) yang lebih ketat, menilai aturan yang mengikat teknologi ini masih kalah banyak dibanding produk sehari-hari.

Smith membandingkan pengaturan AI dengan aturan keselamatan barang konsumsi. “Saat ini, mesin cuci Anda tunduk pada lebih banyak aturan keselamatan dibandingkan AI. Setiap karton susu yang Anda lihat di toko bahan makanan juga harus mematuhi aturan keselamatan dan menjalani pemeriksaan,” kata Smith, Senin (12/10).

Menurut dia, salah satu aturan yang perlu dipertimbangkan adalah kewajiban memberi ganti rugi kepada korban jika sistem AI mereka diretas oleh agen yang bertindak di luar kendali.

Baca Juga:  Menkomdigi Bahas Investasi AI Microsoft Rp27 Triliun

Rem Darurat untuk AI

Smith menilai AI dapat menjadi alat sekaligus senjata sehingga wajib diatur. Ia menyoroti pentingnya rem darurat atau kill switch bagi perusahaan, yakni mekanisme untuk menghentikan sementara atau memperlambat AI ketika teknologi itu berkembang di luar kendali.

Pandangan serupa disampaikan CEO Microsoft Satya Nadella pada Sabtu (10/10) melalui cuitan di X. “Kita harus membangun sistem yang terkendali, yang perilakunya dapat kita amati, batas kemampuannya dapat kita uji, dan tindakannya selalu dapat kita kendalikan,” tulis Nadella.

Baca Juga:  AI di Manufaktur Dorong Efisiensi dan Daya Saing

Dorongan Setelah Sejumlah Insiden

Seruan itu muncul di tengah maraknya kasus perilaku menyimpang AI. Nadella menegaskan sistem AI canggih perlu dilengkapi mekanisme pembatasan, kendali yang independen, serta rem darurat, bukan diperlakukan sebagai sekumpulan sistem kotak hitam yang saling bertumpuk.

Berita Terkait

Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator
Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi
Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI
Qualcomm Bantah Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 Panas
UMKM Cari Pembeli Lewat Konten di Era Discovery Commerce
Cara UMKM Menarik Pembeli Lewat Live Streaming
Iklan Online Bisa Jadi Pintu Masuk Spyware Tanpa Diklik
Virtus Soroti Tata Kelola Data di Tengah Isu Perlambatan AI

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Qualcomm Bantah Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 Panas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:19 WIB

UMKM Cari Pembeli Lewat Konten di Era Discovery Commerce

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB