SOLOK, ArgumenRakyat.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 474 jiwa masih mengungsi akibat banjir bandang atau galodo yang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam.
Ratusan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, merinci para pengungsi tersebar di beberapa lokasi. Sebanyak 39 jiwa mengungsi di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, 17 jiwa di Rumah Dinas Bupati, tujuh jiwa di Rumah Ladang, dan 410 jiwa mengungsi secara mandiri di lokasi yang tersebar.
“Sebanyak 474 jiwa mengungsi, terdiri dari 39 jiwa di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, 17 jiwa di Rumah Dinas Bupati, tujuh jiwa di Rumah Ladang dan 410 jiwa melakukan pengungsian secara mandiri yang tersebar,” kata Berton dalam siaran pers BNPB di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Data sementara per 24 September 2026 mencatat satu orang meninggal dunia, satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian, satu orang mengalami luka berat, serta tiga orang mengalami luka ringan. Tim gabungan masih menyusuri aliran sungai untuk mencari korban yang belum ditemukan.
Kerusakan Infrastruktur dan Dorongan Percepatan Penanganan
Kerusakan bangunan juga cukup luas. Tercatat 11 unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dan 32 unit rumah rusak ringan. Dua kantor pemerintahan rusak berat dan delapan kantor pemerintahan rusak ringan, sementara kios atau toko terdampak seluas 300 meter persegi serta satu rumah ibadah ikut terkena material banjir. Lima ruas jalan dan dua jembatan turut mengalami kerusakan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak pada Kamis (24/9/2026). Rombongan menyisir jembatan, kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, dan lokasi pengungsian untuk memastikan penanganan darurat berjalan terpadu.
“Alhamdulillah, Pak Bupati sudah menetapkan status kedaruratan selama 14 hari. Saya minta 14 hari ini jangan diperpanjang,” kata Suharyanto saat meninjau penanganan bencana di Kabupaten Solok.
Pemerintah menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak dan mengungsi di rumah kerabat sebesar Rp600 ribu per keluarga per bulan selama tiga bulan atau total Rp1,8 juta. Bagi warga yang tidak memiliki keluarga sebagai tempat mengungsi, pemerintah akan menyiapkan hunian sementara sebelum diarahkan ke hunian tetap.
Bencana diawali hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hari dan meningkatkan aliran sejumlah sungai, khususnya di sekitar Jorong Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang. Material pasir, batu, dan lumpur dari longsor bukit di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok menerjang permukiman hingga meluap ke badan Jalan Raya Solo–Padang.









