Tren Es Kopi Pisang, Benarkah Lebih Bernutrisi?

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tren Es Kopi Pisang, Benarkah Lebih Bernutrisi?. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Tren Es Kopi Pisang, Benarkah Lebih Bernutrisi?. (Foto: Dok. Sumber Berita)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Tren minuman es kopi pisang atau banana iced coffee diklaim lebih bernutrisi berkat kandungan serat, vitamin, dan mineral pada pisang yang sekaligus menyeimbangkan rasa pahit kopi, dikutip dari cnnindonesia.com.

Dalam beberapa waktu terakhir, dunia ramai membicarakan tren minuman kopi yang dicampur pisang. Penambahan pisang ke dalam segelas kopi dianggap memberikan tekstur lebih creamy dan rasa yang unik, sehingga racikan ini berkembang luas di media sosial.

Secara nutrisi, klaim tersebut boleh jadi benar. Pisang dikenal sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral, serta dipercaya membantu mengontrol kadar gula darah, meningkatkan pencernaan, dan menjaga kesehatan jantung. Rasa manis alami pisang juga mampu menyeimbangkan rasa pahit dari kopi.

Baca Juga:  Mengenal Ragam Kuliner Nusantara yang Mendunia: Dari Rendang Hingga Tempe

Manfaat Pisang dalam Kopi

“Dengan menambahkan lebih banyak tumbuhan [seperti pisang] ke dalam makanan atau minuman, Anda bisa mengurangi risiko kanker, dan menambahkan kandungan fitokimia serta antioksidan,” ujar ahli gizi di OSF Healthcare, Gabrielle Haskell.

Satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 105 kalori, 27 gram karbohidrat, 3 gram serat, dan 14 gram gula alami. Artinya, minuman ini bisa lebih mengenyangkan ketimbang es kopi biasa. Pisang pada dasarnya aman dikonsumsi bersamaan dengan kopi, dan tidak ada bukti kombinasi keduanya menghasilkan reaksi berbahaya atau merusak nutrisi pisang.

Baca Juga:  7 Kesalahan Menyimpan Makanan di Kulkas yang Sering Dilakukan

Tips Membuatnya Lebih Sehat

Meski es kopi pisang bisa jadi pilihan minuman bernutrisi, tidak ada bukti khusus bahwa mencampurkan keduanya menghasilkan manfaat kesehatan tambahan. Karena itu, perhatikan bahan tambahan saat meraciknya, dan hindari penambahan gula atau sirup berlebih karena pisang sendiri sudah mengandung gula alami.

Berita Terkait

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka
Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau
5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap
Maltodekstrin Bukan Gula, Ini Fungsi dan Peran dalam Pangan
7 Negara dengan Visa Kerja Termudah untuk Pekerja
7 Tanda Kecerdasan Emosional Perlu Dilatih Lagi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:08 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:52 WIB

5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB