ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas signifikan ke level 5.512,940 pada Senin pagi, 8 Juni 2026. Mengutip parameter data dari RTI Business pukul 09.30 WIB, indeks turun 81,825 poin atau sebesar 1,46 persen. Amuk pasar ini menyeret 556 saham memerah, menyisakan 98 menguat dan 84 stagnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kejatuhan yang menggerus kapitalisasi pasar hingga Rp9.695,529 triliun, transaksi bergerak aktif. Sebanyak 8,361 miliar saham berpindah tangan lewat 522.515 kali transaksi senilai Rp5,325 triliun, dengan rentang gerak indeks di antara 5.346,335 hingga 5.520,533.
Analisis saham dari Binaartha Sekuritas, mengonstruksikan pembacaan empiris secara rigid, melihat bahwa IHSG melemah 1.70% di level 5839.785 pada akhir perdagangan 4 Juni 2026. IHSG membentuk candle hammer setelah menyentuh target proyeksi Fibonacci 138.2 persen dari panjang wave I yaitu di level 5673.
Melalui postulat pergerakan gelombang, pasar disinyalir mendeteksi titik jenuh jual. Berdasarkan hal tersebut, maka hari ini terdapat potensi rebound meskipun sifatnya masih terbatas. Wave iv bisa segera terjadi, di mana targetnya yaitu untuk menguji resisten 6264 selama pergerakan hari ini tetap berada di atas 5673.
Secara struktural, fluktuasi indeks dibatasi parameter psikologis yang ketat. Berdasarkan indikator tren, ditemukan konklusi bahwa level support IHSG berada di 5673, 5439 dan 5052, sementara level resistennya di 5964, 6264, 6459 dan 6587. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.









