PMI Manufaktur Indonesia Turun ke Level Terendah 10 Bulan, Sinyal Kontraksi

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PMI Manufaktur Indonesia (Foto AI)

Ilustrasi PMI Manufaktur Indonesia (Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Sektor manufaktur Indonesia mengalami kontraksi. Ini pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir. S&P Global merilis data terbaru. Data itu menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun. Angkanya dari 50,1 pada Maret menjadi 49,1 pada April 2026.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka 49,1 ini yang terendah dalam 10 bulan terakhir. Terakhir kali terjadi pada Juni 2025. Angka di bawah 50 menandakan kontraksi. Angka di atas 50 berarti ekspansi.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, memberikan penjelasan. Melemahnya aktivitas produksi terutama memicu penurunan ini. Volume output sudah kontraksi dua bulan berturut-turut. Laju penurunan semakin cepat. Ini menjadi penurunan terdalam dalam hampir satu tahun.

Baca Juga:  Bagaimana IHSG Hari Ini? Menguat atau Melemah

“Perusahaan mencatat kontraksi solid pada output bulan April,” jelas Usamah. “Bukti anekdotal mengarah pada dampak kenaikan harga bahan baku. Juga kekurangan pasokan produksi.”

Dari sisi permintaan, pesanan baru masih naik tipis. Namun aksi pembelian awal lebih mendorong peningkatan itu. Pembeli ingin mengantisipasi kenaikan harga. Mereka juga khawatir potensi gangguan rantai pasok. Bukan karena penguatan permintaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, pesanan ekspor justru menurun. Ini mencerminkan lemahnya permintaan global.

Tekanan dari sisi biaya menjadi tantangan utama. Inflasi biaya input melonjak. Ini level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kenaikan harga bahan baku memicu lonjakan itu. Kelangkaan pasokan juga jadi penyebab.

Baca Juga:  Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.743, BI Sebut Musiman tapi DPR Menagih Janji

Kondisi ini tidak lepas dari konflik geopolitik di Timur Tengah. Konflik itu menekan harga. Juga mengganggu distribusi bahan baku.

Produsen meneruskan beban biaya ke konsumen. Akibatnya laju kenaikan harga jual menjadi paling tajam. Rekor ini sejak Oktober 2013.

Perusahaan juga mulai menyesuaikan aktivitas operasional. Mereka mengurangi tenaga kerja. Mereka juga mengurangi aktivitas pembelian. Seiring penurunan kebutuhan produksi, persediaan bahan baku ikut menurun. Perusahaan menggunakan cadangan stok. Mereka kesulitan memperoleh material baru. (**)

Berita Terkait

TikTok Shop Gandeng UMKM, Ini Strategi Digital Marketing Terbarunya
Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS
Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
Samsung SDS Perluas Kemitraan AI dengan OpenAI dan Anthropic
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:30 WIB

TikTok Shop Gandeng UMKM, Ini Strategi Digital Marketing Terbarunya

Sabtu, 12 September 2026 - 10:14 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Selasa, 8 September 2026 - 10:26 WIB

Samsung SDS Perluas Kemitraan AI dengan OpenAI dan Anthropic

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB