Generasi Cemas: Mengapa Kita Sulit Berhenti Scrolling Meski Dompet Sedang Kering?

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Generasi Cemas: Mengapa Kita Sulit Berhenti Scrolling Meski Dompet Sedang Kering? (Foto AI)

Ilustrasi Generasi Cemas: Mengapa Kita Sulit Berhenti Scrolling Meski Dompet Sedang Kering? (Foto AI)

 ARGUMENRAKYAT.COM,JAKARTA

Pernahkah Anda merasa waktu berjam-jam hilang hanya untuk menggeser layar ponsel? Akhirnya Anda merasa cemas, lelah, tetapi tetap sulit berhenti. Fenomena ini disebut scrolling fatigue. Saat ini, kondisi itu tengah melanda generasi muda.

Di sisi lain, di tengah tekanan ekonomi dan harga kebutuhan pokok yang naik, banyak anak muda melarikan diri ke konten pendek. Misalnya, TikTok, Reels, dan Shorts menjadi “obat penenang” sementara. Namun, kebiasaan ini justru berdampak buruk pada kesehatan mental.

Menurut laporan Digital 2026 dari We Are Social & Meltwater, rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih dari 3 jam per hari untuk media sosial. Selain itu, konten video pendek menjadi konsumsi utama. Bahkan, pengguna TikTok di Indonesia menghabiskan rata-rata 1 jam 53 menit setiap harinya.

Baca Juga:  Revolusi Birokrasi: Kemenpan-RB Percepat Integrasi GovTech untuk Digitalisasi Layanan Publik 2026

Jebakan Dopamin di Balik Layar

Lalu, mengapa sulit berhenti scrolling? Menurut psikologi, hal ini disebabkan oleh mekanisme dopamine loop. Caranya, setiap kali kita menemukan video menarik, otak melepaskan dopamin. Zat kimia ini memberikan rasa senang sesaat. Akibatnya, otak pun terus mencari konten berikutnya, meskipun tubuh sudah lelah.

Selanjutnya, kondisi ini diperparah oleh situasi ekonomi. Pertama, banyak anak muda cemas akan masa depan. Kedua, biaya hidup naik, sementara pendapatan tidak sebanding. Oleh karena itu, mereka memilih “kabur” ke dunia digital. Namun, sayangnya, paparan konten flexing dan gaya hidup mewah justru memperdalam rasa rendah diri. Dengan demikian, kecemasan sosial (Fear of Missing Out atau FOMO) pun meningkat.

Baca Juga:  Revolusi Kreatif: Era Generative Video Dimulai, Model "Veo" Ubah Teks Menjadi Sinema dalam Sekejap

Memilih Informasi Berkualitas di Tengah Sampah Digital

Untuk mengatasi hal ini, para ahli menyarankan diet digital. Maksudnya, batasi durasi konsumsi konten setiap hari. Di samping itu, darurat scrolling fatigue ini juga menjadi pengingat bagi penyedia konten dan portal informasi. Pasalnya, masyarakat mulai jenuh dengan “sampah digital”, seperti konten clickbait yang tidak memberikan nilai edukasi.

Akhir pekan ini, coba hentikan scrolling sejenak. Caranya, letakkan ponsel, berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan mulai selektif memilih informasi yang masuk ke pikiran Anda.(**)

Berita Terkait

KADIN Salurkan Bantuan Sosial Jelang Idul Fitri, Tegaskan Komitmen Kepedulian
Facebook dan Instagram Disorot Pemerintah, Meta Diminta Tindak Tegas Konten Judi Online
Micro Influencer Jadi Senjata Baru Promosi UMKM di Era Digital
Produksi Konten hingga Podcast Bisnis, Dimensia Creative Payakumbuh Bantu UMKM Go Digital
Aturan Baru Ruang Digital: PP Tunas Wajibkan Verifikasi Usia Pengguna Anak
Kedaulatan Harga Mati! DPR RI Desak Perlindungan Total Data Warga dalam Arus Lintas Negara
DDR6 Datang, Harga “Ngeri”: Teknologi Masa Depan yang Belum Ramah Dompet
Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 10:00 WIB

Generasi Cemas: Mengapa Kita Sulit Berhenti Scrolling Meski Dompet Sedang Kering?

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:25 WIB

KADIN Salurkan Bantuan Sosial Jelang Idul Fitri, Tegaskan Komitmen Kepedulian

Senin, 9 Maret 2026 - 11:39 WIB

Facebook dan Instagram Disorot Pemerintah, Meta Diminta Tindak Tegas Konten Judi Online

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:58 WIB

Micro Influencer Jadi Senjata Baru Promosi UMKM di Era Digital

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:06 WIB

Produksi Konten hingga Podcast Bisnis, Dimensia Creative Payakumbuh Bantu UMKM Go Digital

Berita Terbaru