Dari Korban Trafficking hingga Jadi Profesor: Kisah Inspiratif Prof. Rizki Adam Membangun Negeri

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH – Sebuah kisah luar biasa datang dari putra asli Luak 50, Prof. Rizki Adam. Dalam sebuah perbincangan hangat di podcast Kusieh Bendi, pria kelahiran 1992 asal Mudia Sungai Naniang ini membagikan perjalanan hidupnya yang penuh liku, mulai dari menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) hingga sukses menjadi akademisi dan pengusaha nasional.

Perjuangan Hidup yang Keras

Rizki Adam mengungkapkan bahwa kesuksesannya saat ini tidak diraih dengan mudah. Sejak kecil, ia sudah terbiasa hidup mandiri dan bekerja keras demi menempuh pendidikan.

“Kelas 1 SMA saya sempat dijual orang, saya ini korban human trafficking dulu,” ungkap Rizki [00:06]. Tak hanya itu, demi bertahan hidup dan sekolah, ia pernah melakoni berbagai pekerjaan kasar, mulai dari tukang sate, kuli bangunan kandang ayam di daerah Mungka, hingga menjadi sopir dan penjaga warnet [19:42].

Prinsipnya saat itu hanya satu: sebagai orang miskin, ia tidak memiliki pilihan lain selain sukses. “Satu saja pilihan kita sekarang kalau sudah miskin, ya harus kaya, harus sukses. There is no other choice,” tegasnya [01:06].

Baca Juga:  Pemerintah Kaji Regulasi Baru untuk Lindungi UMKM di E-Commerce

Terinspirasi Sosok Tan Malaka

Kecintaannya pada dunia aktivis saat kuliah di Universitas Negeri Padang membawanya mendalami pemikiran pahlawan nasional asal 50 Kota, Tan Malaka. Kini, ia menjabat sebagai Pembina Yayasan Ibrahim Tan Malaka.

Rizki berencana mendirikan Universitas Tan Malaka sebagai wadah untuk mencetak kader-kader pemimpin bangsa yang memiliki pemikiran besar seperti sang Bapak Republik [16:30]. Ia berharap generasi muda Minang tidak hanya berkiblat pada budaya luar, tetapi bangga dan mempelajari sejarah pahlawan dari tanah kelahiran mereka sendiri [15:58].

Mendorong Ekonomi Digital dan Koperasi

Sebagai pengusaha yang telah 15 tahun berkecimpung di industri teknologi dan aset digital, Rizki Adam membawa visi besar untuk kampung halamannya. Ia memperkenalkan konsep tokenisasi yang dapat diterapkan pada sektor pariwisata (seperti Bali Token) hingga pertanian dan properti di Sumatera Barat [23:42].

Baca Juga:  BLAK-BLAKAN BARENG WALIKOTA PAYAKUMBUH: DARI MIMPI MASA KECIL HINGGA MEMBANGUN KOTA

Ia juga aktif mengembangkan Koperasi Multipihak (KMP) sebagai model ekonomi masa depan yang melibatkan investor, pengusaha, pekerja, hingga konsumen dalam satu wadah [32:29]. Melalui koperasi ini, ia mendorong digitalisasi pertanian, termasuk penggunaan drone untuk pemupukan lahan agar lebih efisien bagi petani lokal [41:53].

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup perbincangan, Prof. Rizki Adam memberikan pesan saktinya bagi anak muda yang merintis usaha dari nol. Ia menekankan bahwa kesulitan hidup adalah guru terbaik, namun pendidikan adalah kunci utama untuk merubah nasib.

“Jangan pernah menyerah. Tempuh pendidikan yang tinggi, karena dengan pendidikan kita bisa merubah kehidupan kita menjadi lebih baik,” pungkasnya [45:38].


Sumber: Podcast Kusieh Bendi (Dimensia Creative) Link Video: https://www.youtube.com/watch?v=HTsPVuhGM_Q

Berita Terkait

Gambir Revolution: Strategi Jitu Sumbar Menguasai Pasar Global!
Hati-Hati! Saldo Bisa Ludes dalam Hitungan Detik, Rico Desmon Bongkar Modus Hacker di Podcast Kusia Bendi
LKM Sumbar Perjuangkan Perda Adat: Sanksi Sosial Bakal Ditingkatkan Jadi Sanksi Pidana Bagi Pelanggar Norma
Kisah Inspiratif Siska, Anggota DPRD 50 Kota: Dari Utang Miliaran dan Nyaris Bunuh Diri Hingga Menjadi “Megawati” di Parlemen
Haji John Rizal di Podcast Kusia Bendi: Kritisi Fenomena “Simsalabim” Pemimpin Instan dan Krisis Integritas
Payakumbuh Pernah Menangis: Mengenang Tragedi Kebakaran Hebat Melalui Alunan Lagu Minang
Isu VCS di Lingkaran Kekuasaan 50 Kota Memanas, Pengamat: Jangan Hanya Sembunyi di Balik Kata ‘Edit’
Dari Aktivis UGM Pulang Kampung Membangun Luak 50: Kisah Inspiratif Wabup Ahlul Badrito Resha

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:00 WIB

Gambir Revolution: Strategi Jitu Sumbar Menguasai Pasar Global!

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Hati-Hati! Saldo Bisa Ludes dalam Hitungan Detik, Rico Desmon Bongkar Modus Hacker di Podcast Kusia Bendi

Sabtu, 25 April 2026 - 17:09 WIB

LKM Sumbar Perjuangkan Perda Adat: Sanksi Sosial Bakal Ditingkatkan Jadi Sanksi Pidana Bagi Pelanggar Norma

Sabtu, 25 April 2026 - 17:06 WIB

Kisah Inspiratif Siska, Anggota DPRD 50 Kota: Dari Utang Miliaran dan Nyaris Bunuh Diri Hingga Menjadi “Megawati” di Parlemen

Sabtu, 25 April 2026 - 17:02 WIB

Haji John Rizal di Podcast Kusia Bendi: Kritisi Fenomena “Simsalabim” Pemimpin Instan dan Krisis Integritas

Berita Terbaru