JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Shitsuke, istilah Jepang untuk pengasuhan, etiket, dan pembentukan kebiasaan baik, menawarkan tujuh cara praktis mendidik anak agar disiplin dan mandiri tanpa harus banyak menghukum.
Mencontohkan Perilaku dan Aturan yang Konsisten
Shitsuke didefinisikan sebagai instruksi dan praktik yang membantu anak beralih dari aturan yang dipaksakan secara eksternal menjadi rutinitas internal dan kompetensi sosial. Cara utama anak belajar adalah melalui pengamatan, sehingga orang tua perlu lebih dulu mencontohkan perilaku yang ingin ditiru, misalnya tetap tenang saat mengelola emosi.
Orang tua di Jepang memandang batasan yang jelas sebagai sumber keamanan dan struktur. Pengasuhan dijalankan konsisten dengan aturan yang tidak ambigu sehingga anak merasa aman dan kecemasannya berkurang, bukan justru tumbuh menjadi pemberontak.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Ketika anak berperilaku tidak diinginkan, orang tua tidak langsung menghukum. Mereka mengidentifikasi keterampilan sosial yang masih kurang, seperti kesabaran atau kemampuan berbagi, lalu melihatnya sebagai peluang anak belajar dari kesalahannya sendiri.
Empati, Kebersihan, dan Fokus pada Satu Hal
Penulis buku The Japanese Way of Parenting, Lisa Katayama, menyebut salah satu gaya pengasuhan Jepang adalah mengajarkan anak bertanggung jawab atas kotoran atau sampahnya sendiri. Tujuannya bukan sekadar membuat rumah bersih, tetapi agar anak memahami perannya sebagai peserta aktif dalam sistem rumah tangga.
“Mengajari anak-anak bahwa mereka bertanggung jawab atas kesejahteraan lingkungan mereka merupakan pelajaran hidup yang layak untuk diusahakan dalam jangka pendek,” ujar Katayama.
Kesadaran kolektif juga dijunjung, yakni mempertimbangkan bagaimana tindakan sendiri memengaruhi orang lain. Cara menerapkannya bisa dengan mengajak anak berdiskusi saat berkonflik dengan temannya, misalnya menanyakan bagaimana perasaan teman tersebut. Kebiasaan mengambil perspektif ini disebut membangun empati yang tulus, bukan sekadar kemampuan meminta maaf.
Kunci lain dari mindful parenting adalah melakukan satu hal dalam satu waktu. Banyak orang tua mengasuh anak dengan terburu-buru sehingga melelahkan diri sendiri sekaligus mengganggu anak yang sedang belajar fokus. Konsep satu hal dalam satu waktu dengan penuh perhatian itu merupakan dasar Buddhisme Zen yang melekat dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.









