ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Aroma rekonsiliasi politik antara penguasa dan gerakan buruh kian menyengat. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengonfirmasi bahwa dirinya telah dihubungi oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya terkait rencana pelantikannya sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin (8/6) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sebuah konfirmasinya yang dilansir dari CNN Indonesia, dirinya menegaskan pergeseran posisinya, Said berujar, “Jam 16.30 dilantik di Istana. Ditelpon semalam oleh Pak Seskab Letkol Teddy. Sebagai Penasihat Khusus Presiden RI bidang Ketenagakerjaan dengan kedudukan setingkat menteri sesuai Perpres No 137/2024,” kata alumnus Universitas Indonesia (UI) itu, Senin (8/6).
Meski Said enggan mengelaborasi rincian birokratis tersebut, sinyal kooptasi ini sebenarnya telah divalidasi secara institusional pekan lalu oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menyebut jabatan Said selaras dengan rekam jejaknya di ranah perburuhan.
Menanggapi dinamika integrasi elite ini, muncul optimisme dialektis bahwa koalisi tersebut tidak akan menggerus idealisme gerakan akar rumput. Sebuah ungkapan optimistis menyatakan, “Merupakan suatu sinergitas yang luar biasa pimpinan buruh yang memilih berada di lingkaran kekuasaan dan pimpinan buruh yang memilih di luar pemerintahan. untuk saling mendukung terhadap perjuangan buruh Indonesia,” kata Mensesneg.









