Pandji Pragiwaksono Kritik Gaya Pidato Off-Script Prabowo hingga Salah Sasaran Program MBG

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Pandji Pragiwaksono dan Cing Abdel dalam program Jubir Rezim, channel YouTube Tretan Universe, diunggah pada 7 Juli 2026

Tangkapan layar Pandji Pragiwaksono dan Cing Abdel dalam program Jubir Rezim, channel YouTube Tretan Universe, diunggah pada 7 Juli 2026

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Komika senior Pandji Pragiwaksono melontarkan kritik tajam terhadap gaya komunikasi publik Presiden Prabowo Subianto serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam tayangan komedi politik Jubir Rezim di kanal YouTube Tretan Universe pada Selasa, 7 Juli 2026, Pandji menyoroti rentetan kekeliruan ucapan (blunder) yang kerap keluar saat presiden berbicara di luar teks panduan (off-script), serta ketidaktepatan sasaran dalam penanganan stunting di Indonesia.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pandji menilai, sebagai seorang kepala negara, ungkapan kasar seperti “endasmu” yang sempat diucapkan kembali oleh Prabowo tidak elok disampaikan di ruang publik. Meskipun Prabowo dinilai memiliki kapasitas retorika yang baik, kebiasaannya melakukan improvisasi spontan sering kali menjadi bumerang.

“Gua duga Pak Prabowo itu suka off script suka improve gitu keluar dia dari script jadi ada script yang sudah disiapin kayak waktu dia di rapat paripurna itu dia sebenarnya kan ada prompter kanan kiri dia nengok kiri kanan kiri kanan ketika dia balik ke tengah ah itu di situ blunder tuh,” ujar Pandji menganalisis kebiasaan public speaking sang presiden.

Menurut Pandji, ketidakdisiplinan dalam membaca teks ini menyebabkan presiden kerap membagikan pemikiran pribadi yang belum matang atau sensitif kepada publik. Salah satunya adalah pengakuan terbuka mengenai pembagian proyek antarpartai politik yang dinilai tabu bagi sebagian pejabat.

Baca Juga:  Adi Prayitno: Koalisi Pemerintah Jangan Hanya Urus PDIP, Lawan Saja Jika Merepotkan

“Sebenarnya Pak Prabowo tuh sering banget ngomongin hal-hal yang sebenarnya itu enggak perlu diomongin itu sering banget. Hal-hal yang ya itu mah lu lu aja, itu di kepala anda aja enggak usah dikeluarin,” kata Pandji.

Tidak hanya menyoroti masalah komunikasi, Pandji juga menguliti program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkapkan keheranannya terhadap klaim orasi presiden yang menyatakan program tersebut ditujukan untuk memangkas angka kekerdilan anak (stunting), namun justru diimplementasikan pada sasaran usia yang keliru.

“Kalau gua waktu awal kampanye ketika dibilang untuk menurunkan stunting gua setuju tapi itu berarti program itu harusnya ke ibu bukan ke anak-anak kalau misalkan dia tetap setia sama ide awal ini untuk menghentikan stunting dan makanan itu didistribusi kepada ibu-ibu iya gua lebih setuju karena itu sesuai kalau udah ke anak-anak udah bukan program stunting lagi,” tutur komika kelahiran Singapura tersebut.

Lebih jauh, Pandji melihat adanya kesalahan skala prioritas dari eksekusi program raksasa ini di lapangan. Mengutip data korelasi wilayah, ia mencontohkan ketimpangan fasilitas di mana wilayah dengan angka stunting tinggi seperti Indonesia Timur justru minim infrastruktur pendukung, sementara wilayah dengan angka stunting rendah seperti Jawa Barat malah mendapat fasilitas berlebih. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa program bernilai triliunan rupiah tersebut rentan bergeser esensinya.

Baca Juga:  Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB

” Si bapak ini bilang, angka stunting di Indonesia Timur gede tapi jumlah SPPG-nya kecil. Angka stunting di Jawa Barat kecil jumlah SPPG-nya gede jadi kan ada kesalahan prioritas gitu lu bukan mau ngatasin stunting ini mah meroyek gitu kan,” ucap Pandji menegaskan yang setelah itu disambut oleh pembawa acara Tretan Muslim.

Pandji menggarisbawahi bahwa penanganan gizi untuk mencegah kekerdilan anak akan menjadi sia-sia jika intervensinya baru dilakukan ketika anak sudah memasuki usia sekolah.

“Berarti kalau sebenarnya niatnya mau memberantas stunting bagus tapi ya ke ibu hamil ya tadi ya ibu hamil dan kalau udah nyampai ke anak sudah terlambat kan,” tutur Pandji dalam acara yang juga dihadiri oleh komika Cing Abdel itu.

Di samping itu, Pandji melihat narasi pemerintah kini mulai bergeser dari penanganan isu kesehatan esensial (stunting) menjadi sekadar isu “mengatasi lapar” seiring dengan keluarnya data valid yang menunjukkan ketidakefektifan program di lapangan.

Berita Terkait

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB
Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah
Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan
Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”
Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi
Feri Amsari Soroti Pengangkatan Komisaris BUMN: Dinilai Langgar Undang-Undang dan Sarat Balas Jasa Politik
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Rocky Gerung Sindir Tiyo Ardianto Soal Abstraksi Politik: Jadikan Prabowo Kucing Itu Murni Slapstick

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:23 WIB

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:18 WIB

Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:53 WIB

Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:15 WIB

Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi

Berita Terbaru