DPR Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPR Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla. (Foto: Tribunnews)

DPR Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla. (Foto: Tribunnews)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus mendesak pemerintah pusat mengambil alih penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera yang tak bisa lagi hanya mengandalkan kemampuan daerah.

Mobilisasi Sumber Daya Maksimal

Deddy menilai penanganan karhutla membutuhkan mobilisasi sumber daya secara maksimal. Menurutnya, pengambilalihan oleh pemerintah pusat perlu dilakukan agar prosesnya terkoordinasi dan seluruh sumber daya negara dapat dikerahkan untuk menghadapi eskalasi karhutla.

Baca Juga:  Hasan Nasbi Sebut Bahwa Pemerintah Tidak Minta Dikasihani

“Saya mendorong pemerintah pusat segera mengambil alih penanganan karhutla secara sistematis dan melakukan mobilisasi sumber daya secara maksimal sebelum keadaan berada di luar kendali,” kata Deddy di Jakarta, Sabtu (22/8).

Singgung Kapasitas Fiskal BNPB

Politikus PDI-Perjuangan itu menyinggung kapasitas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dinilainya belum memiliki pendanaan memadai untuk melakukan orkestrasi penanganan karhutla secara efektif.

“BNPB juga tidak punya kapasitas fiskal atau pendanaan untuk melakukan orkestrasi yang efektif menangani karhutla saat ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Ganjar Sebut Pembahasan RUU Pemilu Harus Dipercepat Demi Menghindari Sengkarut Legislasi

Deddy juga mendesak Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Keuangan melakukan asesmen terhadap kapasitas negara secara keseluruhan untuk merespons situasi dan tantangan akibat karhutla. Ia menambahkan, pemerintah daerah dan provinsi juga menghadapi keterbatasan fiskal yang semakin berat setelah pemangkasan anggaran, namun hal itu tak boleh menjadi alasan membiarkan penanganan karhutla berjalan tanpa dukungan memadai.

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng
Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB