Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang Hasilkan Komitmen Investasi dan Perkuat Hubungan Strategis

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo pada Senin, 30 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo pada Senin, 30 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

ArgumenRakyat.com | Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Jepang pada 29–31 Maret 2026 dalam rangka memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendorong kerja sama investasi dan energi antara kedua negara.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo. Pertemuan berlangsung dalam bentuk audiensi dan jamuan makan siang sebagai bagian dari agenda kenegaraan.

Selain itu, Presiden juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang untuk membahas penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor, termasuk ekonomi, industri, dan energi.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Siap Ambil Alih Perusahaan yang Menyerah

Dalam forum bisnis Indonesia–Jepang yang digelar di Tokyo, Presiden Prabowo menawarkan peluang investasi yang lebih terbuka dan berorientasi pada kemitraan jangka panjang. Ia menekankan pentingnya transfer teknologi serta pembangunan industri bersama antara kedua negara.

Hasil konkret dari kunjungan ini terlihat dari komitmen investasi yang berhasil dihimpun. Pemerintah mencatat nilai komitmen investasi dari Jepang mencapai lebih dari Rp380 triliun, yang mencakup berbagai sektor strategis di Indonesia.

Di sektor energi, kunjungan ini juga mendorong percepatan transisi energi nasional, termasuk pengembangan proyek besar seperti Blok Masela. Pemerintah menilai kerja sama dengan Jepang menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi dan ketahanan energi nasional.

Baca Juga:  Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten

Kunjungan ini merupakan lawatan resmi pertama Presiden Prabowo ke Jepang sejak menjabat sebagai kepala negara. Selain mempererat hubungan diplomatik, agenda ini juga mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis Jepang di kawasan Asia.

Pemerintah berharap hasil kunjungan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan investasi dan penguatan kerja sama industri di masa mendatang.(**)

Berita Terkait

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten
Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan
Konflik Meningkat: Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Perburuk Kondisi Warga
Hubungan Sulit Amerika dan Israel, Ditengah Upaya Damai Konflik Timur Tengah
Selat Hormuz Dikabarkan Akan Dibuka Sejak 19 Juni

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:31 WIB

Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:06 WIB

Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan

Berita Terbaru