ArgumenRakyat.com | Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Jepang pada 29–31 Maret 2026 dalam rangka memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendorong kerja sama investasi dan energi antara kedua negara.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo. Pertemuan berlangsung dalam bentuk audiensi dan jamuan makan siang sebagai bagian dari agenda kenegaraan.
Selain itu, Presiden juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang untuk membahas penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor, termasuk ekonomi, industri, dan energi.
Dalam forum bisnis Indonesia–Jepang yang digelar di Tokyo, Presiden Prabowo menawarkan peluang investasi yang lebih terbuka dan berorientasi pada kemitraan jangka panjang. Ia menekankan pentingnya transfer teknologi serta pembangunan industri bersama antara kedua negara.
Hasil konkret dari kunjungan ini terlihat dari komitmen investasi yang berhasil dihimpun. Pemerintah mencatat nilai komitmen investasi dari Jepang mencapai lebih dari Rp380 triliun, yang mencakup berbagai sektor strategis di Indonesia.
Di sektor energi, kunjungan ini juga mendorong percepatan transisi energi nasional, termasuk pengembangan proyek besar seperti Blok Masela. Pemerintah menilai kerja sama dengan Jepang menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi dan ketahanan energi nasional.
Kunjungan ini merupakan lawatan resmi pertama Presiden Prabowo ke Jepang sejak menjabat sebagai kepala negara. Selain mempererat hubungan diplomatik, agenda ini juga mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis Jepang di kawasan Asia.
Pemerintah berharap hasil kunjungan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan investasi dan penguatan kerja sama industri di masa mendatang.(**)









