Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah RI Mulai Evakuasi WNI dari Iran Jalur Darat

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

JAKARTA, ARGUMENRAKYAT.COM — Pemerintah Indonesia akhirnya mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Keputusan ini diambil menyusul eskalasi konflik militer yang kian memanas di kawasan Timur Tengah, yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan, proses evakuasi ini harus dilakukan secara bertahap. Hal tersebut mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan yang sangat dinamis, serta kondisi wilayah udara yang tidak stabil akibat konflik bersenjata.

Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa evakuasi tahap pertama resmi dimulai pada hari ini, Jumat (6/3/2026).

“Evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini. Tahap pertama ini akan melalui Azerbaijan,” ujar Heni dalam keterangan persnya di Jakarta. Pada tahap pertama ini, sebanyak 32 WNI berhasil dievakuasi keluar dari wilayah Iran.

Baca Juga:  Pemerintah Isyaratkan 160 Ribu Formasi CPNS 2026, Fokus pada Talenta Digital dan Fresh Graduate

Pilih Jalur Darat Demi Keselamatan

Mengingat sebagian wilayah udara di sekitar Iran sangat terdampak oleh konflik—yang berujung pada banyaknya pembatalan penerbangan—pemerintah memutuskan jalur darat sebagai rute evakuasi yang paling aman.

Kelompok WNI tahap pertama ini dibawa langsung dari ibu kota Teheran menuju Baku, Azerbaijan, sebelum nantinya diterbangkan kembali ke Tanah Air. Perjalanan darat dari Teheran menuju perbatasan Azerbaijan ini diperkirakan memakan waktu hingga 10 jam. Jalur ini dinilai menjadi opsi paling rasional di tengah situasi keamanan udara yang belum stabil.

Nasib Ratusan WNI Lainnya

Berdasarkan data terkini dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, saat ini tercatat ada sekitar 329 WNI yang menetap di Iran. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa dan akademisi yang tersebar di beberapa kota utama, seperti Teheran dan Qom.

Baca Juga:  Jibril Rajoub Dilarang Masuk: Tembok Birokrasi AS di Balik Panggung Piala Dunia 2026 untuk Palestina

Pemerintah memastikan bahwa seluruh WNI yang masih berada di Iran terus dipantau secara ketat melalui koordinasi intensif antara Kemlu pusat dan KBRI Teheran. Kabar baiknya, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban langsung dari konflik tersebut.

Kemlu menegaskan bahwa skema dan jadwal evakuasi lanjutan akan terus disesuaikan dengan perkembangan keamanan di kawasan. Pemerintah juga memastikan jalur komunikasi tetap terbuka lebar dengan seluruh WNI di Iran, serta terus berkoordinasi dengan negara-negara tetangga yang wilayahnya dijadikan rute evakuasi.

Langkah cepat ini merupakan wujud nyata komitmen kehadiran negara dalam memastikan keselamatan warganya di luar negeri, terutama di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.

(Sumber diolah: Kemlu RI/Antara/iNews/CNBC/detikcom)

Berita Terkait

Jibril Rajoub Dilarang Masuk: Tembok Birokrasi AS di Balik Panggung Piala Dunia 2026 untuk Palestina
De-eskalasi Militer Trump Picu Deflasi Instan Harga Minyak Global
Lagi dan Lagi Trump Konfirmasi Kesepakatan Damai Sepihak, dengan Mojtaba Khamenei
Lockheed C-130T Hercules Milik Amerika Serikat Akhirnya Tinggalkan Ranah Minang Usai Perbaikan Mesin
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Peringatan Harkitnas ke-118: Dari RT hingga Bank Sampah, Ini Garda Depan Kebangkitan di Kota Padang
Arsenal Juara Premier League 2025-2026, Akhiri Puasa Gelar 22 Tahun!
Situasi Memanas di Perairan Gaza: Jumlah WNI yang Diamankan Kini Bertambah Jadi 9 Orang

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:50 WIB

Jibril Rajoub Dilarang Masuk: Tembok Birokrasi AS di Balik Panggung Piala Dunia 2026 untuk Palestina

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:41 WIB

De-eskalasi Militer Trump Picu Deflasi Instan Harga Minyak Global

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:36 WIB

Lagi dan Lagi Trump Konfirmasi Kesepakatan Damai Sepihak, dengan Mojtaba Khamenei

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:53 WIB

Lockheed C-130T Hercules Milik Amerika Serikat Akhirnya Tinggalkan Ranah Minang Usai Perbaikan Mesin

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:30 WIB

Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Berita Terbaru

Foto: Vinicius Junior (Instagram @vinijr)

Sport

Vinicius Junior Memilih Setia di Chamartín

Sabtu, 13 Jun 2026 - 14:26 WIB