KAI Impor 23 KRL Bekas Jepang untuk Transisi

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAI Impor 23 KRL Bekas Jepang untuk Transisi. (Foto: iNews.id)

KAI Impor 23 KRL Bekas Jepang untuk Transisi. (Foto: iNews.id)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengimpor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang sebagai solusi transisi kekurangan kereta, setelah rencana itu disetujui Komisi VI DPR RI.

Kereta Berusia 40 Tahun Jadi Alasan Mendesak

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan sebagian besar KRL yang beroperasi saat ini telah berusia lebih dari 40 tahun sehingga membutuhkan penggantian cepat. Impor kereta bekas dinilai lebih cepat dibandingkan menunggu produksi dalam negeri yang belum memenuhi kebutuhan.

Menurut Bobby, kereta bekas membutuhkan waktu satu hingga dua bulan setelah persetujuan, sedangkan kereta baru memerlukan satu hingga dua tahun. Rangkaian yang diusulkan terdiri dari tujuh trainset SF12 dan 16 trainset SF8, atau total 23 rangkaian.

Baca Juga:  Kenapa Muhammadiyah dan Arab Saudi Bisa Sepakat? Ini Penjelasan Awal Ramadan 1447 H

“Ini sebagai transisi kita. Kalau kita impor baru, nantinya produksi kereta dalam negeri akan terganggu,” kata Bobby dalam rapat di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Dipakai Sepuluh Tahun Sambil Perkuat Produksi Dalam Negeri

KAI memperkirakan kereta impor tersebut dapat melayani penumpang hingga sepuluh tahun ke depan. Periode itu dimanfaatkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kapasitas industri perkeretaapian dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri.

Baca Juga:  Micro Influencer Jadi Senjata Baru Promosi UMKM di Era Digital

Perbedaan jenis trainset disesuaikan dengan kondisi peron di sejumlah stasiun yang belum siap menerima rangkaian 12 gerbong. Penyesuaian ini dilakukan agar kereta dapat beroperasi tanpa perlu pembangunan ulang seluruh peron.

Kebutuhan penambahan armada menjadi mendesak karena keluhan pengguna jasa atas kepadatan dan keterlambatan masih terjadi pada jam sibuk. KAI menyatakan impor ini bersifat sementara sekaligus menjadi penopang layanan commuter line di wilayah Jabodetabek.

Berita Terkait

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur
Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta
Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot
Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan
Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang
Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi
IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB