ARGUMENRAKYAT.COM, PAYAKUMBUH – Tren kopi gerobak menjamur di mana-mana. Akan tetapi, sebuah kisah inspiratif justru datang dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Di sanalah Pemilik Kopi Ajoe, Dede Saputra, membuktikan bahwa bisnis rumahan mampu menyejahterakan banyak orang.
Pertama, podcast “Kusieh Bendi” pada 25 April 2026 lalu menjadi ajang Dede mengupas perjalanan bisnisnya. Ia merintis usaha dari nol. Kemudian, ia berhasil memperluas usaha hingga ke Riau. Di sini, Dede menekankan satu misi utama: menciptakan lapangan kerja bagi pemuda setempat. Dengan kata lain, Kopi Ajoe lahir bukan sekadar bisnis. Melainkan, brand ini menjadi wadah anak-anak muda Payakumbuh untuk berkarya.
Selanjutnya, Dede tidak berhenti pada ekspansi bisnis. Ia menyadari status pekerjanya rentan di sektor informal. Oleh karena itu, langkahnya berani dan patut ditiru. Tepat pada tahun lalu, perusahaannya, D’coffee, mendaftarkan seluruh karyawan ke program BPJS Ketenagakerjaan. Hasilnya, langkah ini memberi setiap pekerja jaminan kecelakaan kerja, santunan kematian, dan jaminan hari tua.
Di sisi lain, Dede menganggap karyawan sebagai aset utama. “Mereka setiap hari melayani pelanggan. Mereka harus merasa aman dan tenang. Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan memastikan kerja keras mereka benar-benar terlindungi,” ujarnya.
Yang menarik, saat ini Kopi Ajoe memiliki lima cabang. Cabang-cabang tersebut tersebar di Payakumbuh, Bukittinggi, Padang, Padang Panjang, dan Pekanbaru. Akibatnya, produk ini makin viral. Hal itu menunjukkan potensi besar pasar kopi tanah air. Selain itu, viralitas juga membuka peluang banyak orang mendapat penghasilan dari gerai yang mereka kelola.
Pada akhirnya, kisah Dede Saputra membuktikan bahwa semangat wirausaha bisa beriringan dengan misi sosial. Di tengah gempuran bisnis besar, usaha lokal seperti Kopi Ajoe menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan. Singkatnya, bisnis ini tidak hanya menghadirkan cita rasa baru. Bisnis ini juga menghadirkan keamanan dan ketenangan bagi para pekerja di balik racikan kopi.(**)









