Gerobak Kopi yang Mengubah Hidup: Kisah Sukses Kopi Ajoe dari Payakumbuh

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ARGUMENRAKYAT.COM, PAYAKUMBUH – Tren kopi gerobak menjamur di mana-mana. Akan tetapi, sebuah kisah inspiratif justru datang dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Di sanalah Pemilik Kopi Ajoe, Dede Saputra, membuktikan bahwa bisnis rumahan mampu menyejahterakan banyak orang.

Pertama, podcast “Kusieh Bendi” pada 25 April 2026 lalu menjadi ajang Dede mengupas perjalanan bisnisnya. Ia merintis usaha dari nol. Kemudian, ia berhasil memperluas usaha hingga ke Riau. Di sini, Dede menekankan satu misi utama: menciptakan lapangan kerja bagi pemuda setempat. Dengan kata lain, Kopi Ajoe lahir bukan sekadar bisnis. Melainkan, brand ini menjadi wadah anak-anak muda Payakumbuh untuk berkarya.

Baca Juga:  Wahyudi Thamrin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Koperasi Sago Inti Alam Mineral, Dinas Koperindag Beri Pembekalan Teknis

Selanjutnya, Dede tidak berhenti pada ekspansi bisnis. Ia menyadari status pekerjanya rentan di sektor informal. Oleh karena itu, langkahnya berani dan patut ditiru. Tepat pada tahun lalu, perusahaannya, D’coffee, mendaftarkan seluruh karyawan ke program BPJS Ketenagakerjaan. Hasilnya, langkah ini memberi setiap pekerja jaminan kecelakaan kerja, santunan kematian, dan jaminan hari tua.

Di sisi lain, Dede menganggap karyawan sebagai aset utama. “Mereka setiap hari melayani pelanggan. Mereka harus merasa aman dan tenang. Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan memastikan kerja keras mereka benar-benar terlindungi,” ujarnya.

Yang menarik, saat ini Kopi Ajoe memiliki lima cabang. Cabang-cabang tersebut tersebar di Payakumbuh, Bukittinggi, Padang, Padang Panjang, dan Pekanbaru. Akibatnya, produk ini makin viral. Hal itu menunjukkan potensi besar pasar kopi tanah air. Selain itu, viralitas juga membuka peluang banyak orang mendapat penghasilan dari gerai yang mereka kelola.

Baca Juga:  Prahara Tanah Ulayat di Pasar Syarikat Payakumbuh: Antara Syarat APBN, Marwah Nagari, dan Nasib Ratusan Pedagang

Pada akhirnya, kisah Dede Saputra membuktikan bahwa semangat wirausaha bisa beriringan dengan misi sosial. Di tengah gempuran bisnis besar, usaha lokal seperti Kopi Ajoe menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan. Singkatnya, bisnis ini tidak hanya menghadirkan cita rasa baru. Bisnis ini juga menghadirkan keamanan dan ketenangan bagi para pekerja di balik racikan kopi.(**)

Berita Terkait

Melihat Pasamabahan di Ateh Pakuburan: Retorika Kematian dan Dialektika Maaf di Ranah Minang
Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman
Melihat Pandangan A.A Navis: Kosmologi Matrilineal Minangkabau
Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk
Melihat Transisi Pedagogi Anak Minangkabau dari Karya Jeff Hadler
Payakumbuh dan Urat Nadi Saudagar: Riwayat Rute Niaga Kuno Menembus Selat Malaka
Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK
Ketika Buya Hamka Menguliti Karya M.O. Parlindungan: Seteru Intelektual di Pusaran Distorsi Sejarah

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:20 WIB

Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman

Senin, 1 Juni 2026 - 14:55 WIB

Melihat Pandangan A.A Navis: Kosmologi Matrilineal Minangkabau

Senin, 1 Juni 2026 - 11:16 WIB

Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:49 WIB

Melihat Transisi Pedagogi Anak Minangkabau dari Karya Jeff Hadler

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:12 WIB

Payakumbuh dan Urat Nadi Saudagar: Riwayat Rute Niaga Kuno Menembus Selat Malaka

Berita Terbaru