JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kanker payudara tetap memiliki peluang sembuh, terutama bila ditemukan pada stadium awal, sehingga pengenalan gejala dan pemeriksaan sejak dini menjadi kunci penanganan.
Peluang kesembuhan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari stadium kanker saat ditemukan, karakteristik sel kanker, kondisi kesehatan pasien, hingga respons tubuh terhadap pengobatan. Kanker yang ditemukan pada stadium awal umumnya memiliki peluang keberhasilan pengobatan lebih besar dibandingkan kanker yang sudah menyebar ke organ lain.
“Penanganan pada stadium dini juga membuka peluang lebih besar untuk memperoleh hasil pengobatan yang optimal,” kata dokter spesialis bedah konsultan onkologi di Eka Hospital BSD, Sonar Soni Panigoro.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Mengenali Gejala Sejak Awal
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain munculnya benjolan di payudara atau area ketiak, perubahan tekstur kulit seperti berlekuk atau tertarik ke dalam, serta perubahan bentuk payudara maupun arah puting. Tanda lain adalah keluarnya cairan dari puting terutama jika bercampur darah, ruam atau perubahan kulit tidak biasa, dan kulit payudara menebal seperti kulit jeruk.
Sonar mengingatkan tidak semua benjolan merupakan kanker, namun perubahan baru yang mencurigakan tetap perlu diperiksa tenaga medis. Pemeriksaan juga sebaiknya tidak ditunda hanya karena benjolan tidak terasa sakit, sebab tidak semua kanker payudara menimbulkan nyeri pada tahap awal.
Pemeriksaan Berkala dan Pilihan Terapi
Penanganan kanker payudara dapat melibatkan operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, terapi target, atau kombinasi beberapa metode, disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker serta kondisi pasien. Pada stadium lanjut, pengobatan tetap dilakukan untuk mengendalikan perkembangan kanker dan mempertahankan kualitas hidup.
“Selain mengenali gejala, pemeriksaan kesehatan secara berkala dan konsultasi dengan dokter merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini. Pemeriksaan yang dibutuhkan dapat berbeda sesuai usia, riwayat kesehatan, serta tingkat risiko masing-masing individu,” kata Sonar. Dokter dapat merekomendasikan mamografi atau USG payudara, dan biopsi bila ditemukan kelainan mencurigakan.









