Jakarta, ArgumenRakyat.com — Pakar penerbangan menyarankan penumpang tetap mencetak boarding pass fisik meski boarding pass digital di ponsel kini jadi pilihan utama, sebagai langkah antisipasi bila terjadi kendala di bandara.
Dokumen penerbangan berevolusi dari tiket tulis tangan, cetakan komputer pada 1970-an, hingga boarding pass digital. Meski pemindaian kode QR di ponsel mudah, metode digital dinilai belum sepenuhnya bebas masalah.
Baterai Habis hingga Sinyal Lemah
Masalah paling umum adalah baterai ponsel habis saat mengantre di pemeriksaan keamanan atau gerbang keberangkatan. Pelancong aktif Karen Kapnik mengalaminya saat hendak diperiksa petugas.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →“Ponsel saya mati di momen yang paling tidak tepat. Saya terpaksa harus kembali ke area cetak boarding pass dan hampir melewatkan penerbangan. Sejak saat itu, saya selalu membawa salinan cetak,” kata Kapnik.
Pendiri maskapai BermudAir Adam Scott mengimbau penumpang membawa tiket cetak untuk menghindari stres akibat koneksi internet terbatas di bandara internasional.
Saat Aplikasi Maskapai Bermasalah
Konsultan perjalanan Rebekah Ingraham dan pakar penerbangan Bobby Laurie menyebut aplikasi maskapai kerap error atau menghapus boarding pass digital otomatis ketika penerbangan dibatalkan.
Tiket fisik juga memuat informasi lebih lengkap, seperti nomor tiket resmi yang dibutuhkan saat mengajukan pengembalian dana.









