JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Perubahan kebiasaan makan bisa menjadi tanda awal demensia pada lansia, mulai dari menu yang lebih sederhana hingga keinginan mengonsumsi makanan manis.
Demensia merujuk pada berbagai bentuk gangguan kognitif yang biasa terjadi pada lansia, dengan Alzheimer sebagai jenis paling umum. Tak ada obat untuk mengatasi demensia, sehingga pengobatan yang ada berfungsi memperlambat perkembangan penyakit agar kualitas hidup pengidap lebih baik.
Menu Sederhana dan Hilangnya Minat
Ahli neurologi di Mind/Brain Institute Johns Hopkins University Majid Fotuhi mengatakan pikun bukan satu-satunya tanda awal demensia. “Sebagai seorang ahli neurologi yang telah menghabiskan puluhan tahun mempelajari kesehatan otak, salah satu pernyataan paling umum dari keluarga pengidap demensia adalah ‘ibu saya mulai makan dengan aneh’,” ujar Fotuhi.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Ahli neurologi dari New York University Joel Salinas menjelaskan makanan kompleks membutuhkan perencanaan dan pengaturan, kemampuan yang terpengaruh demensia. Pengidap akan kesulitan merencanakan, berbelanja, dan menyiapkan makanan yang kompleks. Kehilangan minat pada makanan juga bisa muncul karena perubahan di otak yang mengurangi indra penciuman.
Lupa Waktu Makan dan Idaman Manis
Demensia memengaruhi ingatan sehingga seseorang bisa lupa waktu makan, sekaligus mengganggu sinyal lapar dan kenyang. “Demensia mempersulit penafsiran sinyal internal tubuh untuk rasa lapar dan kenyang,” ujar ahli neurologi Adam Mednick.
Mednick menyebut kecenderungan mengonsumsi makanan manis sebagai gejala yang paling sering dilaporkan, diduga berasal dari kerusakan sirkuit pengendalian impuls di otak dan lebih umum pada demensia frontotemporal. Fotuhi mengingatkan evaluasi medis tetap diperlukan. “Inilah mengapa perubahan perilaku makan dan berkelanjutan memerlukan evaluasi medis yang tepat, bukan sekadar tebakan,” pungkasnya.









