JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kesulitan mengendalikan emosi atau emotional dysregulation dapat dikenali dari tujuh ciri, mulai dari reaksi berlebihan terhadap masalah kecil hingga keluhan fisik saat stres.
Mengendalikan emosi bukan berarti harus selalu terlihat tenang atau memendam perasaan. Kemampuan ini berkaitan dengan cara seseorang mengenali perasaan, mengatur reaksi, dan mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.
Reaksi Berlebihan hingga Perubahan Mood
Ciri pertama adalah memberikan reaksi emosional yang jauh lebih kuat daripada yang diharapkan, misalnya marah besar saat menerima kritik ringan. Ciri kedua, suasana hati berubah cepat tanpa pemicu jelas sehingga seseorang bisa merasa senang lalu mendadak sedih atau cemas. Perubahan yang sering terjadi perlu dicermati bersama pola kurang tidur, tekanan pekerjaan, atau konflik dengan orang lain.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Ciri berikutnya adalah sulit menenangkan diri setelah marah atau sedih, serta bertindak impulsif ketika emosi memuncak seperti membentak, mengirim pesan kasar, atau menghabiskan uang tanpa pertimbangan. Kesulitan mengendalikan emosi juga membuat hubungan dengan pasangan, keluarga, atau rekan kerja lebih rumit.
Mengenali Emosi dan Keluhan Fisik
Sebagian orang hanya menyadari dirinya tidak nyaman tanpa tahu apakah penyebabnya marah, kecewa, takut, atau sedih. Mengenali emosi menjadi langkah awal untuk mengelolanya, misalnya dengan berhenti sejenak dan bertanya apa yang sebenarnya dirasakan.
Tekanan emosional yang berlangsung lama dapat disertai keluhan fisik seperti sakit kepala, otot tegang, gangguan tidur, atau masalah pencernaan. Keluhan itu tidak otomatis menandakan gangguan regulasi emosi, tetapi bila sering terjadi atau mengganggu aktivitas, konsultasi dengan tenaga kesehatan dianjurkan.









