Polemik Meluas: Pembatasan BBM Bersubsidi di SPBU Mulai Diberlakukan, Rakyat Keluhkan Kendala Sistem

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik Meluas: Pembatasan BBM Bersubsidi di SPBU Mulai Diberlakukan, Rakyat Keluhkan Kendala Sistem

Polemik Meluas: Pembatasan BBM Bersubsidi di SPBU Mulai Diberlakukan, Rakyat Keluhkan Kendala Sistem

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Langkah pemerintah untuk memperketat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kini memicu gelombang perdebatan di masyarakat. Sebab, kebijakan penggunaan kode QR (QR Code) untuk pembelian Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU mulai diterapkan secara masif pada awal tahun 2026 ini. Oleh karena itu, muncul kekhawatiran dari berbagai lapisan warga mengenai efektivitas dan kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan subsidi energi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.

Keluhan Warga: Dari Masalah Aplikasi Hingga Jaringan

Meskipun tujuannya baik, implementasi di lapangan menemui berbagai hambatan teknis yang signifikan. Namun, pemerintah mengeklaim bahwa sistem ini adalah satu-satunya cara untuk membendung kebocoran subsidi yang selama ini dinikmati oleh kalangan mampu.

  • Kendala Pendaftaran: Banyak pengendara mengeluhkan proses sinkronisasi data pada aplikasi yang memakan waktu lama.

  • Jaringan di Daerah: Warga di pinggiran kota melaporkan sering terjadinya kegagalan pemindaian kode akibat sinyal internet yang tidak stabil.

  • Antrean Panjang: Akibatnya, durasi pengisian BBM di beberapa SPBU meningkat dua kali lipat, sehingga memicu kemacetan di area sekitar stasiun pengisian.

Baca Juga:  Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Harapan Menuju Tahun 2026

Respons Pemerintah dan Langkah Antisipasi

Selain itu, Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus melakukan evaluasi harian terhadap penerapan sistem ini. Maka dari itu, langkah-langkah mitigasi mulai disiapkan guna meredam gejolak sosial yang mungkin timbul. Bahkan, pemerintah berencana menambah petugas pendamping di setiap SPBU untuk membantu warga yang masih kesulitan melakukan pendaftaran secara mandiri. Terakhir, sanksi tegas akan diberikan bagi pengelola SPBU yang kedapatan melayani pembelian subsidi tanpa prosedur yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Danantara Mulai Bergerak: Proyek Infrastruktur Strategis Dikebut, Era Baru Investasi Indonesia?

Argumen Kita: Menyeimbangkan Anggaran dan Kebutuhan Rakyat

ArgumenRakyat.com memandang bahwa transformasi subsidi dari berbasis komoditas menjadi berbasis orang memang sangat diperlukan. Tetapi, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap realitas digitalisasi yang belum merata di seluruh Indonesia. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kemudahan sistem, bukan justru menambah beban baru bagi rakyat kecil yang sedang berjuang di tengah himpitan ekonomi awal 2026.(**)

Berita Terkait

Gebrakan Danantara di WEF Davos 2026: Pimpin Misi Investasi Strategis RI, Incar Sektor Hilirisasi dan Energi Hijau
Kabar Gembira Mudik 2026: Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat dan Stimulus Fiskal untuk Genjot Ekonomi Nasional
Anomali Harga Pangan 2026: Cabai Anjlok Hingga 18 Persen, Harga Beras dan Minyak Goreng Kian Menghimpit Rakyat
Rekor Pecah! Harga Emas Antam Tembus Rp2,58 Juta Per Gram Akibat Gejolak Geopolitik Global
Inilah Alasan Mengapa Ribuan Warga Pilih Mobil Listrik untuk Libur Tahun Baru 2026
Danantara Mulai Bergerak: Proyek Infrastruktur Strategis Dikebut, Era Baru Investasi Indonesia?
Ekonomi Indonesia 2026: Era Purbaya dan Coretax Dimulai
BMKG Terbitkan Siaga Cuaca Ekstrem: Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api?

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 14:52 WIB

Gebrakan Danantara di WEF Davos 2026: Pimpin Misi Investasi Strategis RI, Incar Sektor Hilirisasi dan Energi Hijau

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:45 WIB

Kabar Gembira Mudik 2026: Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat dan Stimulus Fiskal untuk Genjot Ekonomi Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:24 WIB

Anomali Harga Pangan 2026: Cabai Anjlok Hingga 18 Persen, Harga Beras dan Minyak Goreng Kian Menghimpit Rakyat

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:19 WIB

Polemik Meluas: Pembatasan BBM Bersubsidi di SPBU Mulai Diberlakukan, Rakyat Keluhkan Kendala Sistem

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:59 WIB

Rekor Pecah! Harga Emas Antam Tembus Rp2,58 Juta Per Gram Akibat Gejolak Geopolitik Global

Berita Terbaru

Opini

POLITIK JULO-JULO

Minggu, 18 Jan 2026 - 11:27 WIB