PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Sineas muda Nabil Anjabi membagikan cara memimpin kru film, yakni menyutradarai diri sendiri lebih dulu sebelum mengatur orang lain. Cara itu, menurutnya, membuat kru muda yang egonya tinggi tetap menghasilkan satu karya bersama.
Nabil mengaku sempat kalah saing saat pertama masuk sekolah tinggi multimedia MMTC Yogyakarta karena belum punya dasar teknis seperti teman-teman lulusan sekolah kejuruan. Ia memilih tidak berhenti di situ dan mulai berkarya lewat video pendek, ikut produksi senior, bahkan menjadi pembantu umum demi mencermati cara kerja kru.
Menyutradarai Diri Sendiri Sebelum Mengatur Kru
Menurut Nabil, ada tiga tahap kepemimpinan dalam produksi film. “Nabil harus bisa ngedirect diri Nabil sendiri dulu, menyutradarai diri Nabil sendiri dulu,” katanya. Setelah itu baru menyutradarai kru, lalu terakhir mengarahkan pemain atau talenta.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Ia tidak memungkiri ego anak muda sering muncul di lokasi syuting. Menurutnya ego tidak harus dipadamkan, asalkan diarahkan untuk menguji gagasan yang paling cocok. “Ego boleh kita adu-aduan ego, boleh kita berantem yang mana bagus,” ujarnya.
Karena itu ia menekankan hasil akhir adalah milik bersama, bukan milik sutradara seorang. “Karya ini karyanya milik kita bersama, bukan milik Nabil sendiri,” katanya. Pesan itu, kata dia, ditanamkan ke seluruh kru agar tidak ada yang merasa hanya menjalankan perintah.
Pakai Kuota Gagal Selagi Muda
Nabil menyarankan anak muda tidak menunggu peralatan bagus atau perhatian pemerintah sebelum memulai berkarya. Menurut dia, pengalaman paling berharga justru lahir dari kesalahan sendiri yang dicermati. “Pengalaman terbaik itu bukan guru, tapi pengalaman terbaik itu ketika kita bisa terampil dalam mencermati kesalahan-kesalahan yang telah kita laluin,” ujarnya.
Ia juga menilai satu karya yang penuh kekurangan lebih berharga daripada banyak ide yang tidak pernah dikerjakan. “Kuota kita untuk gagalnya kita pakai dulu” selagi muda, katanya, karena kesempatan belajar dari kesalahan akan jauh lebih sempit ketika usia sudah bertambah.
Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.









