Dari Tugas Kuliah Satu Menit ke Film Layar Lebar

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruang pertunjukan film dengan layar besar dan baris kursi penonton. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Projjal Moitra (CC BY-SA 4.0))

Ruang pertunjukan film dengan layar besar dan baris kursi penonton. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Projjal Moitra (CC BY-SA 4.0))

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Sineas muda Nabil Anjabi menilai festival film menjadi pintu masuk realistis bagi pembuat film daerah untuk menembus industri layar lebar. Salah satu contohnya film Makmum yang berawal dari tugas kuliah berdurasi satu menit.

Sebagai mahasiswa, Nabil menilai jalur bioskop hampir tak terjangkau karena slot tayang dan biaya promosi dikuasai pemain besar. Karena itu ia memilih festival film sebagai ruang menguji karya, belajar dari mentor, dan memperluas jaringan. Ia mengaku pernah menjuarai festival film pendek dokumenter di Padang.

Film Satu Menit yang Berbuah Layar Lebar

Nabil mencontohkan film Makmum yang berangkat dari tugas kuliah berdurasi satu menit. “Film makmum itu cuma tugas kuliah dari dosen Nabil, direkturnya itu dosen Nabil, Mas Riza Pahlevi,” katanya. Karya pendek itu lantas diikutkan festival film satu menit.

Baca Juga:  Dimensia Creative Garap Film Semi Dokumenter 100 Tahun Jam Gadang: Membongkar Sejarah yang Tak Terucap

Dari festival itulah, kata Nabil, tim produksi komersil melihat peluang dan mengembangkannya menjadi film layar panjang. Ia terlibat sebagai bagian dari kru, dan pengalaman itu menurut dia menjadi salah satu jalan masuk ke industri yang lebih besar sebelum akhirnya ia memproduksi karya sendiri.

Jaringan di Festival dan Batasnya

Menurut Nabil, festival mempertemukan kreator pemula dengan sutradara, produser, dan aktor senior tanpa sekat kasta. “Festival film itu juga salah satu tempat kita buat networking,” ujarnya. Ia menyebut pengalaman mengikuti Jogja Asian Film Festival membuka relasi lewat sesi berbagi pengalaman dan tukar kartu nama.

Baca Juga:  PLN UP3 Bukittinggi Siaga Jaga Listrik Andal Jelang HUT RI

Namun ia mengingatkan jalur festival tidak otomatis mengantar ke jalur komersil. Film festival, katanya, memiliki pembagian kelas A dan kelas B yang bergantung pada pengelolaan anggaran, sedangkan film komersil dituntut memikirkan berapa tiket yang akan terjual.

Di Sumatera Barat, Nabil menyoroti festival film Minangkabau yang digelar di Bukittinggi dengan peserta dari sejumlah daerah. Festival semacam itu, menurutnya, turut membangun ekosistem ekonomi kreatif daerah sekaligus menaikkan branding sineas muda yang belum punya akses ke jalur produksi besar.

Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.

Berita Terkait

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap
Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur
Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit
Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang
LKPJ dan LPP: Pengawasan DPRD 50 Kota Disorot
Semen Padang Ditahan Imbang PSMS Medan 1-1 di Bekasi
Advokat Dorong Peradilan Adat Diakui Sistem Hukum
Tim Sepak Bola Payakumbuh Raih Emas Porprov Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Dari Tugas Kuliah Satu Menit ke Film Layar Lebar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang

Berita Terbaru

Ruang pertunjukan film dengan layar besar dan baris kursi penonton. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Projjal Moitra (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Dari Tugas Kuliah Satu Menit ke Film Layar Lebar

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:46 WIB

Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi tabrak lari Jorong Piladang, Kabupaten Limapuluh Kota. (Foto: Dok. CCTV via ArgumenRakyat)

Peristiwa

Tabrak Lari di Piladang 50 Kota, Polisi Buru Innova Hitam

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:00 WIB

Tokopedia-TikTok Shop Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM. (Foto: Dok. ANTARA)

Bisnis

Tokopedia-TikTok Shop Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:32 WIB

Polda Metro Pulangkan 6 Aktivis Greenpeace dari Bundaran HI. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Polda Metro Pulangkan 6 Aktivis Greenpeace dari Bundaran HI

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:26 WIB