Bandung, ArgumenRakyat.com — Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong perlindungan nilai ekonomi karya kreator di tengah perkembangan kecerdasan buatan, seiring penyusunan peta jalan dan etika AI yang menunggu penetapan menjadi peraturan presiden.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/10), mengatakan peta jalan dan etika AI telah selesai disusun melalui inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital bersama kementerian dan lembaga terkait.
Karya Diambil Tanpa Kejelasan Hak
“Jadi saat ini baru saja selesai penyusunan dari peta jalan AI dan juga etika AI yang diinisiasi, bukan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif, tapi Komdigi,” kata Teuku Riefky dalam kegiatan Wonderful Voice of Indonesia 2026.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Menurut dia, perkembangan AI menghadirkan tantangan bagi pekerja kreatif, terutama ketika karya seseorang diambil dan dimodifikasi tanpa kejelasan pengaturan hak serta nilai ekonomi bagi penciptanya. “Jadi ketika hasil karya seseorang kemudian diambil dimodifikasi, untuk ini bagaimana pengaturan nilai ekonominya di situ?” ujarnya.
Persoalan pemanfaatan karya melalui AI tidak hanya menyangkut pengisi suara, tetapi juga penulis dan pekerja media yang karyanya dapat digunakan untuk menghasilkan konten baru dengan bantuan teknologi tersebut.
Kontribusi Sektor Ekonomi Kreatif
Perlindungan terhadap kreator menjadi penting karena sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional pada 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Kontribusi sektornya terhadap produk domestik bruto mencapai Rp1.611,2 triliun pada 2024 atau setara 7,28 persen dari PDB nasional.
Kementerian memandang pemanfaatan AI perlu diarahkan sebagai mitra dalam proses produksi karya kreatif, dengan tetap memperhatikan hak pencipta, kejelasan penggunaan karya, serta perlindungan nilai ekonomi yang dihasilkan kreator manusia.
Perjalanan seorang penulis lagu daerah bisa berubah setelah ia rutin membagikan proses kreatifnya lewat video pendek. Penonton yang semula hanya menikmati karyanya mulai mengenal wajah, cerita, dan cara ia bekerja. Dari situ muncul tawaran kolaborasi, undangan mengisi acara, hingga pembeli yang ingin memakai karyanya secara resmi.
Cerita itu menegaskan satu hal: karya yang bagus tetap perlu ditemukan. Konten video dan podcast membantu pencipta menjelaskan proses di balik karya, sementara pemahaman soal digital marketing, SEO, dan strategi konten membuat jejak digitalnya mudah dilacak mesin pencari serta tahan lama sebagai aset.
Dimensia Creative membantu pelaku usaha dan pekerja kreatif menyusun produksi konten video, siaran langsung, sampai strategi pemasaran digital yang terukur. Mulai dari percakapan ringan lewat WhatsApp 0812-6349-2788 atau lihat portofolio kami di dimensiacreative.com.
Untuk membangun nama sebagai tokoh atau pemilik usaha, podcast Kusieh Bendi menawarkan ruang bercerita yang membuat gagasan dan pengalaman lebih mudah diingat publik. Rincian kerja samanya tersedia di dimensiacreative.com/proposal.









