Dimensia Creative Garap Film Semi Dokumenter 100 Tahun Jam Gadang: Membongkar Sejarah yang Tak Terucap

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUKITTINGGI — PT Dimensia Digital Multimedia (Dimensia Creative) mengumumkan proyek terbarunya: sebuah film semi dokumenter tentang 100 tahun Jam Gadang, ikon Sumatera Barat yang telah berdiri sejak 1926. Proyek ini menjadi langkah besar perusahaan asal Payakumbuh tersebut dalam memasuki ranah produksi film dokumenter sejarah.

100 Tahun Saksi Bisu Sejarah

Jam Gadang genap berusia 100 tahun pada 2026. Menara jam hadiah Ratu Belanda Wilhelmina ini bukan sekadar landmark wisata — ia adalah saksi bisu perjalanan bangsa: dari era kolonial, pendudukan Jepang, revolusi kemerdekaan, PRRI, hingga era digital hari ini.

“Satu abad Jam Gadang menyimpan banyak cerita yang tak terucap. Kata-kata yang tertahan selama 100 tahun — akhirnya akan kami buka dalam film ini,” ujar Rudi Pratama, Direktur Produksi Dimensia Creative.

Podcast Kusieh Bendi — program talkshow andalan Dimensia Creative — telah memulai riset awal melalui tiga episode khusus yang membedah sejarah Jam Gadang dari berbagai sudut pandang. Episode-episode ini menjadi fondasi riset untuk pengembangan naskah film semi dokumenter.

Baca Juga:  Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi

Menggali Narasi yang Terlupakan

Film semi dokumenter ini tidak hanya akan menyajikan fakta sejarah yang sudah diketahui publik, tetapi juga menggali narasi-narasi alternatif yang jarang diungkap — sisi gelap, cerita yang sengaja dilupakan, dan fakta-fakta mengejutkan tentang monumen kebanggaan masyarakat Minangkabau ini.

“Tidak semua cerita Jam Gadang indah. Ada sejarah yang sengaja dilupakan atau ditutupi. Film ini akan menjadi refleksi sejarah untuk generasi hari ini,” lanjut Rudi.

Format Semi Dokumenter: Fakta dan Narasi

Format semi dokumenter dipilih untuk memberi ruang kreatif bagi penuturan sejarah yang lebih hidup — memadukan fakta historis dengan elemen naratif yang menyentuh emosi penonton. Pendekatan ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda yang selama ini hanya mengenal Jam Gadang sebagai spot foto wisata.

Kolaborasi dan Dukungan

Dimensia Creative membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak — sejarawan lokal, budayawan, sineas, serta dukungan dari pemerintah daerah dan sponsor. Proyek ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi pelestarian sejarah dan budaya Sumatera Barat.

Baca Juga:  Wali Kota Bukittinggi Optimistis Festival Kuliner Tradisional Mampu Gairahkan Sektor UMKM Daerah

“Kami ingin film ini menjadi hadiah untuk masyarakat Bukittinggi dan Sumatera Barat di ulang tahun ke-100 Jam Gadang. Sebuah karya yang akan dikenang, bukan sekadar tontonan,” tutup Rudi.

Tentang Dimensia Creative

PT Dimensia Digital Multimedia (Dimensia Creative) adalah perusahaan kreatif berbasis di Payakumbuh, Sumatera Barat. Bergerak di bidang produksi konten digital, podcast, live streaming, dan kini produksi film dokumenter. Dimensia Creative juga mengelola media Argumen Rakyat dan memproduksi podcast Kusieh Bendi yang tayang rutin di YouTube.


Punya proyek film, dokumenter, atau konten kreatif yang ingin diproduksi secara profesional? Dimensia Creative siap menjadi partner produksi Anda. Hubungi kami di 0812-6349-2788 atau kunjungi dimensiacreative.com/proposal/.

Kategori: Video

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB