Banding Nurhadi: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Perkuat Vonis Eks Sekretaris MA

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Palu Hakim

Ilustrasi: Palu Hakim

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta resmi menguatkan vonis terhadap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, dalam perkara gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Putusan ini menegaskan bahwa pria yang pernah menjadi motor administratif di benteng keadilan tertinggi tersebut tetap harus mendekam di balik jeruji besi selama 5 tahun.

Dalam diktum putusan banding yang diketok pada Rabu (20/5), majelis hakim tinggi secara konsisten mengamini amar putusan tingkat pertama. Melalui pertimbangan yuridis yang komprehensif, mahkamah menegaskan konfirmasi hukumnya: “Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 126/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt.Pst tanggal 1 April 2026 yang dimintakan banding tersebut,” demikian kutipan Putusan MA sebagaimana yang dikutip dari laman detikcom, Jumat (22/5).

Baca Juga:  Usut TPPU Lewat Sprindik Baru, Kejagung Panggil Lagi Febrie Besok

Di samping itu, perkara ini bermula ketika Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menyatakan Nurhadi terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi serta menyamarkan aset hasil kejahatan. Berdasarkan konstatasi hukum di tingkat sela tersebut, majelis hakim yang diketuai Fajar Kusuma Aji menjatuhkan konklusi sanksi: “Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun,”.

Selain nestapa badan, Nurhadi dibebani denda sebesar Rp 500 juta subsidair 140 hari kurungan. Melalui penalaran hukum berbasis keadilan restoratif ekonomi, hakim juga menetapkan pemulihan kerugian keuangan negara: “Menjatuhkan pidana tambahan terhadap Terdakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 137.159.183.940,”. Jika harta bendanya yang disita dan dilelang tidak mencukupi, sanksi akumulatif berupa 3 tahun kurungan siap menanti.

Baca Juga:  Mahfud MD Desak Penyelidikan Aktor di Balik Pembubaran Film 'Pesta Babi'

Berdasarkan fakta persidangan, terdapat anomali finansial berupa lonjakan transaksi signifikan pasca-pernikahan putri Nurhadi dengan Rezky Herbiyono. Melalui instrumen pencucian uang, Nurhadi terbukti menempatkan dana Rp 307,2 miliar dan USD 50.000 ke berbagai rekening pihak ketiga, serta mengonversinya menjadi tanah, bangunan, dan kendaraan. Meskipun hakim mengompensasi kepemilikan aset sah dari bisnis penangkaran sarang burung walet senilai Rp 66,9 miliar, kalkulasi total rasio hukum tetap menjerat pria yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah tersebut.

Berita Terkait

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir
Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH
KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar
MK Perintahkan Revisi UU Peradilan Militer, TNI Merespons
KPK OTT di BNPB, 14 Orang Ditangkap Termasuk Sestama
DPR Desak Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:25 WIB

KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:33 WIB

KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB