Kisah Inspiratif Siska, Anggota DPRD 50 Kota: Dari Utang Miliaran dan Nyaris Bunuh Diri Hingga Menjadi “Megawati” di Parlemen

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMAPULUH KOTA, ArgumenRakyat.com – Perjalanan hidup seseorang memang rahasia Tuhan. Hal inilah yang tergambar jelas dalam kisah Siska, seorang srikandi tangguh asal Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Siapa sangka, sosok yang kini duduk sebagai anggota DPRD ini pernah berada di titik nadir, terlilit utang miliaran hingga nyaris mengakhiri hidup.

Dalam obrolan mendalam di Podcast Kusia Bendi, Siska membagikan transformasi hidupnya yang luar biasa, mulai dari pelarian ke tanah rantau hingga pengabdian uniknya kepada masyarakat.

Titik Terendah: Utang 1,8 Miliar dan Niat Bunuh Diri

Pada tahun 2008, Siska menghadapi badai finansial yang sangat hebat. Ia terjerat utang sebesar Rp1,8 miliar—angka yang sangat fantastis pada masa itu. Tekanan batin membuatnya putus asa dan hampir melakukan tindakan nekat bersama suami dan anak-anaknya.

“Saya sudah beli racun, rencananya mau kasih ke anak-anak lalu saya minum bersama suami. Tapi suami mengingatkan bahwa bunuh diri bukan akhir, melainkan awal kesengsaraan yang kekal,” kenang Siska dengan emosional [04:31].

Baca Juga:  Dari Korban Trafficking hingga Jadi Profesor: Kisah Inspiratif Prof. Rizki Adam Membangun Negeri

Berkat kekuatan doa dan dukungan suami, mereka memutuskan untuk “kabur” ke Jakarta membawa pakaian dalam karung beras demi mencari jalan keluar untuk membayar utang tersebut [11:53].

Keajaiban di Tanah Rantau

Perjuangan di perantauan dimulai dari titik nol. Siska sempat tinggal di Bogor dan Yogyakarta, bekerja kasar mulai dari cuci piring hingga menyapu di rumah makan. Meski dalam kondisi sulit dan sedang hamil, ia tak pernah berhenti berdoa dan membantu sesama yang lebih susah [26:12].

Titik balik rezekinya terjadi di Jakarta saat suaminya mulai berbisnis sparepart mobil bekas (underdeal). Setelah melewati masa-masa sulit, Allah membukakan pintu rezeki melalui keuntungan bisnis yang tak terduga, yang kemudian digunakannya untuk melunasi utang-utangnya di kampung halaman [46:08].

Pengabdian Unik: Gaji Pertama untuk “Dalaman” Masyarakat

Kini, setelah terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Siska dikenal dengan gaya pengabdiannya yang unik dan sangat menyentuh hal-hal dasar masyarakat. Salah satu aksi yang viral adalah saat ia membagikan ribuan celana dalam kepada konstituennya menggunakan gaji pertamanya sebagai legislator.

Baca Juga:  Gambir Revolution: Strategi Jitu Sumbar Menguasai Pasar Global!

“Saya sering keliling dan melihat di jemuran masyarakat banyak dalaman yang sudah tidak layak pakai, robek, dan berjamur. Bagi sebagian orang ini sepele, tapi bagi mereka ini berharga karena uangnya lebih baik digunakan untuk beli beras,” jelas Siska [01:00:34].

Ketulusannya ini membuatnya dijuluki sebagai “Megawati-nya 50 Kota” karena suaranya yang lantang dalam membela hak-hak masyarakat, terutama kaum perempuan [01:07:30].

Pesan untuk Perempuan Indonesia

Siska berpesan kepada seluruh perempuan, terutama yang sedang menghadapi masalah berat, untuk tidak pernah menyerah dan selalu menjaga integritas serta kedekatan dengan Sang Pencipta.

“Kita harus menjadi perempuan yang kuat, bukan lemah. Meski berkarir atau berpolitik, jangan lupakan kodrat sebagai istri dan ibu. Ingat, saat kita memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan urusan kita,” pungkasnya [01:09:07].


Editor: Redaksi ArgumenRakyat.com Sumber: Podcast Kusia Bendi – Dimensia Creative

Berita Terkait

Advokat Payakumbuh: Dikepung 300 Massa, Ilmu Hukum Tak Jalan Tanpa Keberanian
KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Advokat Payakumbuh: Dikepung 300 Massa, Ilmu Hukum Tak Jalan Tanpa Keberanian

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB