LIMAPULUH KOTA, ArgumenRakyat.com – Perjalanan hidup seseorang memang rahasia Tuhan. Hal inilah yang tergambar jelas dalam kisah Siska, seorang srikandi tangguh asal Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Siapa sangka, sosok yang kini duduk sebagai anggota DPRD ini pernah berada di titik nadir, terlilit utang miliaran hingga nyaris mengakhiri hidup.
Dalam obrolan mendalam di Podcast Kusia Bendi, Siska membagikan transformasi hidupnya yang luar biasa, mulai dari pelarian ke tanah rantau hingga pengabdian uniknya kepada masyarakat.
Titik Terendah: Utang 1,8 Miliar dan Niat Bunuh Diri
Pada tahun 2008, Siska menghadapi badai finansial yang sangat hebat. Ia terjerat utang sebesar Rp1,8 miliar—angka yang sangat fantastis pada masa itu. Tekanan batin membuatnya putus asa dan hampir melakukan tindakan nekat bersama suami dan anak-anaknya.
“Saya sudah beli racun, rencananya mau kasih ke anak-anak lalu saya minum bersama suami. Tapi suami mengingatkan bahwa bunuh diri bukan akhir, melainkan awal kesengsaraan yang kekal,” kenang Siska dengan emosional [04:31].
Berkat kekuatan doa dan dukungan suami, mereka memutuskan untuk “kabur” ke Jakarta membawa pakaian dalam karung beras demi mencari jalan keluar untuk membayar utang tersebut [11:53].
Keajaiban di Tanah Rantau
Perjuangan di perantauan dimulai dari titik nol. Siska sempat tinggal di Bogor dan Yogyakarta, bekerja kasar mulai dari cuci piring hingga menyapu di rumah makan. Meski dalam kondisi sulit dan sedang hamil, ia tak pernah berhenti berdoa dan membantu sesama yang lebih susah [26:12].
Titik balik rezekinya terjadi di Jakarta saat suaminya mulai berbisnis sparepart mobil bekas (underdeal). Setelah melewati masa-masa sulit, Allah membukakan pintu rezeki melalui keuntungan bisnis yang tak terduga, yang kemudian digunakannya untuk melunasi utang-utangnya di kampung halaman [46:08].
Pengabdian Unik: Gaji Pertama untuk “Dalaman” Masyarakat
Kini, setelah terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Siska dikenal dengan gaya pengabdiannya yang unik dan sangat menyentuh hal-hal dasar masyarakat. Salah satu aksi yang viral adalah saat ia membagikan ribuan celana dalam kepada konstituennya menggunakan gaji pertamanya sebagai legislator.
“Saya sering keliling dan melihat di jemuran masyarakat banyak dalaman yang sudah tidak layak pakai, robek, dan berjamur. Bagi sebagian orang ini sepele, tapi bagi mereka ini berharga karena uangnya lebih baik digunakan untuk beli beras,” jelas Siska [01:00:34].
Ketulusannya ini membuatnya dijuluki sebagai “Megawati-nya 50 Kota” karena suaranya yang lantang dalam membela hak-hak masyarakat, terutama kaum perempuan [01:07:30].
Pesan untuk Perempuan Indonesia
Siska berpesan kepada seluruh perempuan, terutama yang sedang menghadapi masalah berat, untuk tidak pernah menyerah dan selalu menjaga integritas serta kedekatan dengan Sang Pencipta.
“Kita harus menjadi perempuan yang kuat, bukan lemah. Meski berkarir atau berpolitik, jangan lupakan kodrat sebagai istri dan ibu. Ingat, saat kita memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan urusan kita,” pungkasnya [01:09:07].
Editor: Redaksi ArgumenRakyat.com Sumber: Podcast Kusia Bendi – Dimensia Creative









