ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Ironi masih menyelimuti pemulihan krisis energi di Sumatra Barat. Kendati otoritas melempar klaim keberhasilan 100 persen sudah tidak ada pemadaman listrik, denyut aktivitas warga di sejumlah daerah justru masih menghadapi realita yang berbeda, dan terbilang mendadak. Di Kabupaten Lima Puluh Kota, misalnya, pasokan setrum belum sepenuhnya adaptif pasca-pemadaman massal (blackout).
Sengkarut ini terekam jelas di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak. Pada Rabu, 27 Mei kemarin, aliran listrik di salah satu Jorong mendadak padam kembali sekitar pukul 18.15 WIB dan baru teresolusi pada pukul 19.30 WIB. Pola disrupsi serupa dilaporkan konsisten terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah sekitarnya.
Kondisi empiris tersebut kontradiktif dengan narasi linear yang dibangun oleh PLN Sumbar. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatra Barat, Ajrun, menyatakan restrukturisasi jaringan telah rampung total. Ajrun menyampaikan, Minggu (24/5), ”Kondisi kelistrikan kita di Sumbar sudah pulih 100 persen, sejak jam 05:07 WIB. Sudah tidak ada pemadaman,” ungkap Ajrun kepada Argumen Rakyat.
Demi menguji validitas pernyataan tersebut, terhadap yang terjadi di lapangan, konfirmasi ulang pun dilakukan. Ketika ditanya perihal yang terjadi di Kab. Lima Puluh Kota, Ajrun mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa aja diakibatkan oleh gangguan teknis di lapangan, ”Sudah enggak ada. Kalau ada, ya itu gangguan paling. Kalau pemadaman sudah tidak ada, bisa saja diakibatkan oleh gangguan jaringan paling, bisa sejam atau dua jam,” jelasnya.
Guna memperkuat justifikasi operasionalnya, Ajrun kembali menggambarkan bagaimana kondisi di lapangan yang bisa saja mengakibatkan gangguan masih terjadi, ”Misalnya kayak ada pohon roboh itu kan kabel putus, itu kan nunggu dibenerin. Tapi kalau soal daya, sudah berlebih, sudah aman. Kami sudah cek, bahwa terakhir Minggu pagi (24 Mei 2026), dan Senin nya itu sudah tidak ada. Kalau ada, itu kami pastikan hanya gangguan sejam atau dua jam, atau bisa tiga jam, tidak sampai mati lama,” pungkas Ajrun mengakhiri wawancaranya, Kamis pagi (28/6) melalui sambungan telepon.









