ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Dua lembar triplek yang rapuh di langit-langit Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Solok mendadak berubah menjadi panggung maut. Senin pagi, 25 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, rutinitas birokrasi di sana terkoyak oleh sebuah dentuman keras. ”Yori Gusdinora, seorang teknisi CCTV berusia 39 tahun yang tercatat sebagai pegawai P3K Kominfo, terhempas dari ketinggian tiga meter setelah loteng tempatnya berpijak ambruk tanpa ampun,” tulis Pamapta III Ipda Vitryano Fajrah Rosa dalam press release nya.
Nahas, korban jatuh tepat di lantai lobi. Benturan keras pada bagian kepala dan leher memicu pendarahan hebat dari mulut serta hidung. Kendati sempat dilarikan ke RSUD Arosuka guna mendapatkan pertolongan medis, takdir berkata lain; nyawa sang teknisi tidak terselamatkan.
”Akibatnya korban mengalami benturan keras di bagian kepala dan leher serta keluarnya darah dari mulut dan hidung korban. Atas kejadian tersebut korban dibawa ke RSUD Arosuka dan sesampainya di RSUD, korban sempat dalam penanganan medis namun korban tidak terselamatkan dan meninggal dunia. Dan selanjutnya korban di bawa ke rumah keluarganya di Koto Baru, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok,” ungkap Pamapta III Ipda Vitryano Fajrah Rosa masih dalam press release nya.
Di samping itu, otoritas kepolisian segera mengambil tindakan preventif-investigatif. Mengawali rekonstruksi formal di tempat kejadian, kepolisian memberikan pernyataan tertulis melalui lembar rilis resmi, perihal : Tindakan Pertama Di Tempat Kejadian Perkara / Olah TKP Insiden Meninggalnya 1 (satu) orang Teknisi Cctv di Kantor Satpol PP Kab. Solok.
Eksplorasi kausalitas atas kecelakaan kerja ini dipimpin langsung oleh Pamapta III Ipda Vitryano Fajrah Rosa bersama tim piket fungsi gabungan dari unsur identifikasi, satreskrim, satintel, satsamapta, hingga Polsek Gunung Talang. Guna kepentingan akuntabilitas hukum, area lobi kini telah disterilkan dengan pemasangan garis polisi. Setelah proses identifikasi dan pencatatan saksi selesai, kini di balik hilangnya satu nyawa pegawai P3K Kominfo tersebut, publik menanti sejauh mana audit kelayakan infrastruktur gedung pemerintahan akan digulirkan.









