ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Padamnya arus listrik massal (blackout) yang melanda Sumatra Barat, dan provinsi lainnya mulai menemui titik terang. PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar mengonfirmasi bahwa seluruh 21 gardu induk di wilayah tersebut telah kembali beroperasi, kendati proses pemulihan sistem belum mencapai titik paripurna.
Berdasarkan data yang dihimpun dari kantor berita ANTARA, indikasi pemulihan bertahap tersebut diartikulasikan secara teoretis oleh pimpinan otoritas kelistrikan setempat: “Sampai dengan pukul 05.00 WIB, 60 persen sistem sudah pulih dan kita masih terus mengupayakan agar bisa normal menyala hingga 100 persen,” kata General Manager PLN UID Sumbar Ajrun Karim seperti yang tertera di publikasi ANTARA, Sabtu (23/5).
Kendala teknis kini bergeser pada interkoneksi lokal. Dari total 394 penyulang (feeder), tercatat 175 unit masih lumpuh. Wilayah terdampak mencakup Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Padang Panjang, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, hingga Dharmasraya.
Kendati tim teknis berkejaran dengan waktu, PLN mengklaim stabilitas tegangan rendah dan menengah tetap termitigasi dengan aman. Terkait realisasi teknis di lapangan, proyeksi empiris mengenai sisa hambatan tersebut dipaparkan lebih lanjut oleh pihak manajemen: ”Semua gardu induk sudah menyala, ini tinggal proses pembebanan di masing-masing titik penyulang saja.” jelasnya.
Ternyata setelah diselidiki blackout tidak hanya terjadi di Sumbar. Akan tetapi ada 6 provinsi di Pulau Sumatra ini, antara lain Sumatra Utara, Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Barat, dan sebagian Sumatra Selatan
Hingga berita ini ditulis, sebab sahih petaka blackout ini masih buram, meski indikasi awal mengarah pada gangguan sistem di Jambi yang merembet hingga Aceh, Sumatra Utara, dan Riau. PLN kini tengah melakukan investigasi komprehensif guna mengurai akar masalah.









