MAKASSAR, ArgumenRakyat.com — Jenazah pekerja migran Indonesia yang menjadi korban dugaan pembunuhan di Armenia, Valenth Alexie Tamboto, akhirnya tiba di rumah duka Rumah Sakit Grestelina, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026), setelah tertahan sekitar dua bulan di negara itu.
Jenazah tiba melalui kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebelum dibawa keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan. Rencananya, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kristen Pannara, Kecamatan Manggala, Makassar. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga yang telah menunggu sejak pertengahan Juli.
Valenth merupakan anak pertama dari tiga bersaudara asal Maros, Sulawesi Selatan. Ia baru sekitar tiga bulan bekerja di Yerevan, Armenia, sebagai konsultan teknologi informasi sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar mess tempatnya bekerja pada 16 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Penyelidikan Ditangani Otoritas Armenia
Hingga jenazah dipulangkan, penyelidikan perkara tersebut masih berada di bawah otoritas Armenia. Keluarga menyebut proses pemulangan memakan waktu cukup panjang karena perkara yang ditangani berada di yurisdiksi negara yang berbeda sehingga memerlukan koordinasi lintas negara.
Juru bicara keluarga, Arnold Tambotor, mengatakan pihak keluarga masih menunggu perkembangan penyelidikan kasus tersebut sebelum mengambil langkah hukum lanjutan. Keluarga berharap proses hukum di Armenia berjalan transparan dan tuntas.
Harapan Keluarga dan Pemakaman
Setelah disemayamkan, jenazah rencananya diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di Kecamatan Manggala. Sejumlah kerabat dan tetangga datang melayat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai pekerja yang rajin menabung untuk keluarga di kampung.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan yang dihadapi pekerja migran Indonesia di luar negeri, mulai dari perlindungan kerja hingga proses hukum ketika terjadi musibah. Keluarga berharap peristiwa serupa tidak terulang pada pekerja lain yang mencari penghidupan di luar negeri.









