JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kasus kematian balita perempuan berusia 20 bulan di sekitar Stasiun Kebayoran, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, menyeret ibu kandung dan ayah tirinya sebagai tersangka penganiayaan.
JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kasus kematian balita perempuan berusia 20 bulan di sekitar Stasiun Kebayoran, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, menyeret ibu kandung dan ayah tirinya sebagai tersangka penganiayaan.
Pemilik warung Madura di Jalan Masjid Al-Huda, Fendi, menuturkan keluarga itu sempat menginap dua malam di lapak kuliner dekat stasiun. Kepada warga, pasangan muda tersebut mengaku sedang mencari kontrakan murah dengan harga sekitar Rp300.000 di kawasan itu.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →“Tahunya sih dari sebelum kejadian, dua hari yang lalu udah sering di sini, di tempat sinilah. Pas kejadian katanya disiksa, cuma sayanya enggak tahu, waktu kejadian lagi tidur sore sampai malam. Pas dibangunin tiba-tiba ramai aja di depan warung,” ujar Fendi dalam program Saksi Kata.
Malam Kejadian
“Suaminya itu lari panik sambil gendong anaknya ke arah pasar, nanyain puskesmas terdekat. Kalau ibunya sempat bilang ke warga, ‘Anak saya masih hidup enggak?’ Setelah itu mereka menghilang ke arah pasar,” tutur Fendi.
Kebohongan kepada Warga
Keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB, ayah tiri korban kembali ke warung untuk mengambil pakaian dan tas ransel yang tertinggal. Saat ditanya kondisi anaknya, ia mengaku anaknya selamat dan sedang dirawat dengan bantuan oksigen. Warga yang curiga langsung menginterogasi pria itu sebelum polisi datang.
Prarekonstruksi mengungkap dugaan korban dicelupkan ke air, diikat, dan dibungkus plastik. Kedua pelaku kini telah ditahan polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.









