Sengketa Tanah Batu Balang, Niniak Mamak Kapeh Panji Bicara

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana tanah ulayat yang disengketakan di Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. (Foto: Dok. Sumbarkita)

Suasana tanah ulayat yang disengketakan di Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. (Foto: Dok. Sumbarkita)

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Niniak mamak Kapeh Panji dan niniak mamak Suku Pitopang memberikan klarifikasi resmi soal sengketa tanah yang sempat memanas dan viral di Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (15/9/2026).

Perselisihan ini mencuat setelah rekaman keributan di lokasi tanah ulayat beredar luas di media sosial pada 9-10 September 2026. Warga mengaku resah dan merasa terintimidasi, lalu mempertanyakan klaim kepemilikan tanah yang disebut telah dibeli sebelum Indonesia merdeka. Aparat Polsek Harau sempat memediasi kedua pihak dan meminta warga menahan diri.

Duduk Perkara dan Klaim Kedua Pihak

Dalam video klarifikasi yang diterima media, niniak mamak Kapeh Panji membantah narasi bahwa mereka merampok tanah tersebut. Kepemilikan tanah oleh masyarakat Kapeh Panji dinyatakan diperoleh secara sah melalui transaksi jual beli adat yang terjadi pada 1944.

Baca Juga:  Jokowi Beri Respon Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Sementara itu, pihak niniak mamak Suku Pitopang mengakui di hadapan notaris bahwa tanah bagian kaumnya memang telah dijual kepada masyarakat Kapeh Panji sejak 1944. Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut transaksi terjadi sekitar 1942, sehingga tahun peristiwa masih menjadi salah satu titik yang perlu diluruskan para pihak.

Perkara Pidana Masih Bergulir

Tanah yang disengketakan berada di perbatasan Nagari Batu Balang dan Nagari Bukik Limbuku, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Persoalan ini juga bergulir ke ranah pidana melalui dugaan pemalsuan tanda tangan pada berkas pelepasan hak yang diperiksa ulang di Badan Pertanahan Nasional.

“Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di lokasi tersebut. Berkat kecurigaan salah satu penghulu, seluruh warkah ditarik kembali dari BPN. Begitu diperiksa satu per satu, banyak tanda tangan yang tertera bukan tanda tangan asli kami,” kata Zulkifli Danil, warga adat Kapeh Panji yang melaporkan kasus itu, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga:  Rencana Aksi Massa di Sungai Kamuyang, Warga Desak Evaluasi Kinerja Wali Nagari

Perkara tersebut menyeret mantan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kapeh Panji, Afrizal St. Rumah Tinggi (65), ke kursi terdakwa. Penanganan kasus semula di Polres Lima Puluh Kota, lalu dialihkan ke Polres Payakumbuh karena lokasi dugaan tindak pidana masuk wilayah hukum Kota Payakumbuh.

Klarifikasi kedua niniak mamak diharapkan meredakan ketegangan di nagari dan menutup ruang bagi penyebaran narasi yang belum terverifikasi. Hingga Selasa malam, belum ada keterangan resmi tambahan dari kepolisian maupun kedua pihak mengenai langkah hukum berikutnya.

Berita Terkait

Kapolres Payakumbuh Kerahkan Lintas Fungsi Sisir Geng Motor
Advokat Payakumbuh Tolak Jalan Pintas KKN di Pengadilan
Ponpes Sukoharjo Digeledah, Foksi Minta Warga Tenang
550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran
Tujuh Polisi Surabaya Dimutasi usai Gerebek Narkoba DPRD
Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, Enam Tewas
Bendung Peusangan Aceh Pulih 70 Persen, Irigasi Mulai Terisi
Anak Krakatau Erupsi, Warga Banten-Lampung Diminta Tenang

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:10 WIB

Kapolres Payakumbuh Kerahkan Lintas Fungsi Sisir Geng Motor

Senin, 2 November 2026 - 17:58 WIB

Advokat Payakumbuh Tolak Jalan Pintas KKN di Pengadilan

Senin, 2 November 2026 - 12:02 WIB

Ponpes Sukoharjo Digeledah, Foksi Minta Warga Tenang

Senin, 2 November 2026 - 11:57 WIB

550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran

Senin, 2 November 2026 - 11:46 WIB

Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, Enam Tewas

Berita Terbaru

Amfiteater INS Kayutanam di Kabupaten Padang Pariaman. (Foto: INS Kayutanam (CC BY-SA 4.0))

Opini

Alam Takambang Jadi Guru: Refleksi Seabad INS Kayutanam

Senin, 2 Nov 2026 - 18:10 WIB

Narasumber podcast Kusieh Bendi membahas independensi advokat. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Hukum

Advokat Payakumbuh Tolak Jalan Pintas KKN di Pengadilan

Senin, 2 Nov 2026 - 17:58 WIB

Ilustrasi kompleks pondok pesantren. (Foto: Wikimedia Commons/CC0)

Nasional

Ponpes Sukoharjo Digeledah, Foksi Minta Warga Tenang

Senin, 2 Nov 2026 - 12:02 WIB

550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran. (Foto: Dok. iNews)

Ekonomi

550 Pedagang Pasar Taman Puring Direlokasi usai Kebakaran

Senin, 2 Nov 2026 - 11:57 WIB