**JAKARTA, ArgumenRakyat.com** — Di tengah kebiasaan mengetik yang serba cepat dan praktis, menulis tangan ternyata menyimpan manfaat kognitif yang penting bagi otak, mulai dari memperkuat daya ingat hingga membantu memproses emosi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Studi menunjukkan menulis tangan, terutama pada anak-anak, membuat mereka lebih memahami dan mengingat huruf. Pada orang dewasa, menulis tangan selama proses perkuliahan turut membantu pemahaman materi. “Sebenarnya ada hal-hal yang sangat penting terjadi selama pengalaman fisik menulis dengan tangan. Hal itu memiliki manfaat kognitif yang penting,” jelas ahli saraf Ramesh Balasubramaniam.
Menulis tangan menuntut kerja sama berbagai bagian otak secara bersamaan karena melibatkan gerakan, penglihatan, perhatian, dan bahasa. “Aktivitas ini membutuhkan kekuatan otak yang tidak diperlukan saat mengetik, serta dapat bermanfaat bagi proses belajar, daya ingat, dan pemahaman kita,” kata neuropsikolog Sanam Hafeez.
Memperlambat Laju dan Memproses Emosi
Secara alami, menulis tangan memperlambat laju aktivitas dan memberikan lebih banyak waktu untuk merenungkan gagasan, situasi, atau emosi. Karena itu, menulis tangan dinilai bermanfaat saat membuat jurnal atau memproses emosi. Ahli saraf Fawad Mian menambahkan, menulis jurnal terbukti menjadi sarana yang ampuh mengurangi kecemasan sekaligus memperbaiki suasana hati.
Kegiatan ini juga membantu memacu proses brainstorming. Meluangkan waktu menulis tangan dapat membantu menemukan solusi, memunculkan gagasan baru, serta keluar dari dilema. Jessica Tate, kepala staf klinis di Milton Recovery Centers, menyarankan agar saat hendak mengambil keputusan, seseorang menuliskan apa yang dipikirkan sebelum membuka laptop. “Bahkan waktu lima menit saja dapat memaksa Anda untuk mengenali apa yang sebenarnya Anda pikirkan sebelum mulai menyunting atau bereaksi terhadap informasi lain,” kata dia.
Sentuhan Personal Tanpa Gangguan Algoritma
Menulis tangan juga memunculkan nuansa personal karena tidak ada fitur koreksi otomatis atau dikte dari algoritma. Sanam Hafeez menilai teknologi tidak perlu dibuang, tetapi menyisipkan menulis tangan dalam keseharian menjadi cara mudah untuk melatih kembali keterampilan yang mulai jarang dilakukan. “Menurut saya, kita tidak perlu membuang teknologi, tetapi mungkin menyisipkan kegiatan menulis tangan dalam keseharian adalah cara mudah untuk melatih kembali hal-hal yang sebenarnya tidak lagi wajib kita lakukan,” ujarnya.
Untuk memulainya tidak perlu alat khusus—cukup sediakan buku catatan dan pulpen di meja kerja atau dekat tempat tidur. Sisihkan lima menit setiap pagi untuk menulis rencana harian atau menuangkan isi pikiran, lalu rasakan perbedaannya pada fokus dan ketenangan.









