ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com β Menolak fasilitas mobil dinas demi membeli alat berat untuk membuka jalan usaha tani rakyat? Itulah komitmen nyata yang disampaikan Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi. Kepala daerah yang lahir dari keluarga petani ini membedah tuntas peta jalan pertanian dan perkebunan di Limapuluh Kota β dari potensi gambir kelas dunia, hilirisasi kopi dan kakao, hingga visi besar menjadikan wilayahnya sebagai “Limapuluh Kota Central of Agro”.
Tolak Mobil Dinas, Dana Dialihkan ke Alat Berat Petani
Langkah pertama yang membuat banyak pihak tercengang adalah keputusan Safni menolak mobil dinas baru yang seharusnya menjadi fasilitas kepala daerah. Dana tersebut justru ia alihkan untuk membeli alat berat yang dinilainya jauh lebih bermanfaat bagi rakyat. “Beliau tidak mau mobil dinas yang baru. Duit dari mobil dinas beliau belikan kepada alat berat yang sangat bermanfaat bagi daerah beliau, seperti pembukaan jalan, pembukaan jalan petani, sampai dengan kita di daerah yang rawan bencana,” ujar host Kusieh Bendi mengawali perbincangan.
76 Persen Warga Bergantung pada Pertanian
Safni menegaskan potensi strategis Limapuluh Kota yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau β wilayah yang menjadi tujuan distribusi hampir 70β80 persen hasil pertanian Sumatera Barat. “76 persen masyarakat kita tergantung sumber pendapatan dari pertanian, peternakan, dan perikanan. Kalau kita tidak sambut program ketahanan pangan pemerintah, kita merasa sangat rugi sekali,” tegasnya. Menurutnya, menjadikan pertanian sebagai fokus utama adalah keharusan karena sektor inilah tulang punggung produk domestik regional bruto daerah.
Gambir Kelas Dunia dan Peta Jalan Hilirisasi
Bupati menyebut enam komoditas unggulan daerahnya: gambir, kopi, kakao, kelapa, alpukat, dan aren. Ia bahkan mengaku telah mengurus izin pembibitan (IG) dari Kementerian Pertanian dalam enam bulan pertama menjabat, agar bibit unggul tidak lagi didatangkan dari Pulau Jawa atau Sumatera Utara yang memakan waktu 25β35 jam perjalanan. “Alangkah bagusnya bibit kita cetak di sini. Angka kematian bibit boleh dikatakan tidak ada,” katanya. Terkait gambir, ia menyinggung kunjungannya ke pabrik pengolahan gambir di India yang berdiri sejak 1818 β dengan bahan baku 100 persen dari Indonesia, salah satunya dari Limapuluh Kota.
Harga Dasar Jagung dan Padi Bikin Petani Tersenyum
Safni mengapresiasi kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) dari Presiden dan Menteri Pertanian yang menetapkan harga jagung tak boleh di bawah Rp6.400 dan gabah tak di bawah Rp6.000. “Dengan ada harga standar ini, petani sudah yakin tanam dan rawat. Malahan kita dengar sampai hari ini jagung dibeli agen atau peternak ayam di angka Rp7.000 lebih,” ungkapnya. Ia menyebut hal ini kunci agar generasi muda tak lagi meninggalkan sektor pertanian.
Pompanisasi 73 Titik dan Pupuk Tepat Sasaran
Untuk menyelamatkan sawah tadah hujan, tahun ini Limapuluh Kota menggarap 73 titik pompanisasi, salah satunya di Nagari Taram, Kecamatan Harau, di mana PLN turut memasang tiang listrik agar pompa tak lagi bergantung solar. “Satu pompa dengan pipa 3β4 inci bisa mengairi 20 hektar sawah,” jelasnya. Soal pupuk bersubsidi, ia menegaskan pendekatan data by name by address dan mengajak petani bergabung dalam kelompok tani agar bantuan tepat sasaran. “Siapa saja kios yang menyalahi aturan, hari itu juga izinnya dicoret Menteri,” tegasnya.
Visi ‘Limapuluh Kota Central of Agro’
Menutup perbincangan, Safni menegaskan cita-citanya membangun ekosistem pertanian dari hulu ke hilir dengan semangat kebersamaan. “Kita buat tadline-nya adalah 50 Kota Central of Agro. Mari sama-sama tanamkan rasa kebersamaan, satukan niat dan tujuan,” pesannya. Bagi kalangan muda, ia berpesan agar menuntut ilmu setinggi-tingginya dan menjadi pembuka lapangan pekerjaan, bukan sekadar pencari kerja.
Isu Pertanian & UMKM: Peluang Emas untuk Brand Agribisnis
Episode ini menyentuh isu yang sangat dekat dengan keseharian mayoritas masyarakat Sumatera Barat: pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani. Bagi brand agribisnis dan UMKM β pupuk, alsintan, bibit unggul, pakan ternak, lembaga pembiayaan, koperasi, hingga produk pangan olahan β ini panggung yang tepat untuk tampil di depan audiens yang peduli dan terlibat langsung di sektor tersebut.
Kenapa episode pertanian cocok untuk brand Anda?
πΎ Audiens tepat sasaran β menjangkau petani, pelaku UMKM, dan pemangku kebijakan sektor pertanian Sumbar.
π Asosiasi membangun β brand Anda hadir berdampingan dengan narasi pemberdayaan petani dan ketahanan pangan.
β»οΈ Konten tayang selamanya β topik pertanian selalu dicari ulang, promosi Anda terus berjalan tanpa biaya berulang.
π Distribusi multi-platform β YouTube, Instagram Reels, TikTok, dan Facebook dalam satu paket.
Bukan cuma sponsor β kami juga terbuka untuk kolaborasi CSR & pemberdayaan UMKM: program pendampingan petani, bantuan alsintan bersama, hingga bincang agribisnis bersama narasumber Anda. Dimensia Creative punya rekam jejak memproduksi konten yang mengangkat isu lokal ke level nasional.
π Jadwalkan kolaborasi: WA 0812-6349-2788
π Lihat proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/
Dimensia Creative β Konten Kreatif yang Mencerdaskan dan Mengangkat Cerita Lokal.









