JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Menghadapi anak pilih-pilih makanan alias picky eater tidak selalu harus memaksa menghabiskan makanan. Ada sejumlah cara sederhana agar anak lebih luwes menerima makanan baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenalkan Makanan Baru Secara Bertahap
Jangan langsung menyerah ketika anak menolak makanan baru. Tetap tawarkan makanan tersebut pada kesempatan berikutnya tanpa memaksa. Orang tua juga dapat mencampurkan sedikit makanan yang kurang disukai dengan makanan yang sudah familiar, misalnya menambahkan sayuran ke dalam telur atau makanan favorit anak.
Selain itu, tetap sediakan pilihan makanan beragam dari sumber karbohidrat, kacang-kacangan, biji-bijian, susu, telur, ikan, daging, serta buah dan sayuran. Variasikan pula bentuk, warna, tekstur, dan cara pengolahannya agar anak lebih tertarik.
Mengajak anak terlibat dalam menyiapkan makanan juga bisa membuatnya lebih antusias untuk makan. Orang tua bisa mengajak si kecil memilih buah atau sayuran saat berbelanja serta memberi tugas sederhana seperti mengaduk adonan atau menata potongan buah di piring.
Bangun Kebiasaan Makan yang Positif
Anak perlu belajar mengenali rasa lapar dan kenyang dari tubuhnya sendiri. Jika anak hanya makan sedikit, hindari memaksanya menghabiskan makanan dan jangan langsung mengganti menu dengan camilan tinggi gula. Berikan porsi kecil sesuai usia dan kebutuhan anak, lalu beri apresiasi ketika anak mau mencoba.
Hindari menjadikan makanan tertentu sebagai hadiah karena dapat membuat anak menganggap makanan itu lebih istimewa. Sebagai alternatif, berikan penghargaan berupa aktivitas menyenangkan seperti bermain bersama, membaca buku, atau berjalan-jalan.
Terakhir, berikan contoh kebiasaan makan yang baik karena anak banyak belajar dengan meniru. Biasakan makan bersama keluarga dan ajak anak berbicara tentang rasa, warna, serta tekstur makanan di piringnya. Konsistensi dan kesabaran menjadi kunci membangun kebiasaan makan yang lebih positif.









