ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejarah dan adat Minangkabau kembali menjadi sorotan dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi Dimensia Creative. Kali ini, Datuk Patiah Baringek — pemangku adat Suku Bodi sekaligus Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Gadang periode 2006–2021 — membedah pertanyaan yang jarang diulas publik: di mana sebenarnya batas adat, dan di mana batas kota Payakumbuh?
Satu-satunya Simpang Empat di Payakumbuh
Datuk Patiah Baringek mengungkap fakta menarik: Kota Payakumbuh hanya punya satu simpang empat, sementara Koto Gadang, Parit Rantang, dan Sepang Benteng semuanya berbentuk simpang tiga. Pola tata ruang ini menyimpan jejak panjang pembentukan kota yang jarang disadari warganya.
Sejarah Pemekaran dari Kabupaten 50 Kota
Payakumbuh resmi mekar dari Kabupaten 50 Kota pada 17 Desember 1970. Proses pemekaran ini menjadi titik awal terbentuknya batas administratif kota yang kini berdampingan dengan batas adat nagari-nagari di sekitarnya.
Tanah Ulayat: Milik Bersama, Bukan Pribadi
Tanah ulayat dijelaskan sebagai kepemilikan bersama kaum, suku, dan nagari yang tidak bisa dimiliki secara pribadi. Ia adalah titipan leluhur yang menyandang fungsi sosial-religius, bukan sekadar aset ekonomi yang bisa diperjualbelikan.
Peran Penghulu dalam Sengketa Tanah
Penghulu dan kepala adat memegang peran kunci dalam pemberian izin pakai serta penyelesaian sengketa tanah pusaka. Di tengah makin seringnya konflik antar-suku, kaum, dan nagari, keberadaan pemangku adat menjadi penjaga keseimbangan.
Dukung Pelestarian Sejarah & Budaya Lokal Lewat Konten Bermakna
Episode ini membuktikan bahwa cerita tentang adat, sejarah, dan tanah ulayat masih punya tempat di hati masyarakat Sumatera Barat. Pertanyaannya, siapa yang ikut memastikan cerita-cerita seperti ini terus didengar?
Podcast Kusieh Bendi membuka ruang kolaborasi bagi institusi dan brand yang peduli pada pelestarian budaya serta edukasi publik.
Siapa yang cocok berkolaborasi?
🏛️ Pemerintah daerah & BUMDes — menyampaikan program pelestarian adat, pariwisata budaya, dan pemberdayaan nagari ke khalayak luas.
📚 Lembaga pendidikan & kampus — mengenalkan riset dan kajian budaya Minangkabau kepada generasi muda.
🏢 Brand heritage & koperasi — menautkan identitas produk dengan akar budaya lokal yang kuat.
🤝 Komunitas & pegiat budaya — mengamplifikasi gerakan pelestarian dan advokasi tanah ulayat.
Kolaborasi bisa berupa sponsor episode, narasumber tamu, atau kampanye konten bersama — disesuaikan dengan tujuan dan anggaran Anda.
📞 Ajak kolaborasi sekarang: WA 0812-6349-2788
📋 Lihat proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/
Dimensia Creative — Menjaga Cerita Minangkabau Tetap Hidup di Era Digital.









