KUSIEH BENDI: Mana Batas Adat, Mana Batas Kota? Datuk Patiah Baringek Kupas Sejarah & Tanah Ulayat Payakumbuh

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah dan adat Minangkabau kembali menjadi sorotan dalam episode terbaru podcast Kusieh Bendi Dimensia Creative. Kali ini, Datuk Patiah Baringek — pemangku adat Suku Bodi sekaligus Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Gadang periode 2006–2021 — membedah pertanyaan yang jarang diulas publik: di mana sebenarnya batas adat, dan di mana batas kota Payakumbuh?

Satu-satunya Simpang Empat di Payakumbuh

Datuk Patiah Baringek mengungkap fakta menarik: Kota Payakumbuh hanya punya satu simpang empat, sementara Koto Gadang, Parit Rantang, dan Sepang Benteng semuanya berbentuk simpang tiga. Pola tata ruang ini menyimpan jejak panjang pembentukan kota yang jarang disadari warganya.

Sejarah Pemekaran dari Kabupaten 50 Kota

Payakumbuh resmi mekar dari Kabupaten 50 Kota pada 17 Desember 1970. Proses pemekaran ini menjadi titik awal terbentuknya batas administratif kota yang kini berdampingan dengan batas adat nagari-nagari di sekitarnya.

Baca Juga:  Gambir Revolution: Strategi Jitu Sumbar Menguasai Pasar Global!

Tanah Ulayat: Milik Bersama, Bukan Pribadi

Tanah ulayat dijelaskan sebagai kepemilikan bersama kaum, suku, dan nagari yang tidak bisa dimiliki secara pribadi. Ia adalah titipan leluhur yang menyandang fungsi sosial-religius, bukan sekadar aset ekonomi yang bisa diperjualbelikan.

Peran Penghulu dalam Sengketa Tanah

Penghulu dan kepala adat memegang peran kunci dalam pemberian izin pakai serta penyelesaian sengketa tanah pusaka. Di tengah makin seringnya konflik antar-suku, kaum, dan nagari, keberadaan pemangku adat menjadi penjaga keseimbangan.

Dukung Pelestarian Sejarah & Budaya Lokal Lewat Konten Bermakna

Episode ini membuktikan bahwa cerita tentang adat, sejarah, dan tanah ulayat masih punya tempat di hati masyarakat Sumatera Barat. Pertanyaannya, siapa yang ikut memastikan cerita-cerita seperti ini terus didengar?

Baca Juga:  Bukan Modal 300 Ribu, Tapi Pola Pikir! Kisah Falave: Anak Koma 8 Minggu, Rekening Di-hack, Kini Omzet Miliaran

Podcast Kusieh Bendi membuka ruang kolaborasi bagi institusi dan brand yang peduli pada pelestarian budaya serta edukasi publik.

Siapa yang cocok berkolaborasi?

🏛️ Pemerintah daerah & BUMDes — menyampaikan program pelestarian adat, pariwisata budaya, dan pemberdayaan nagari ke khalayak luas.
📚 Lembaga pendidikan & kampus — mengenalkan riset dan kajian budaya Minangkabau kepada generasi muda.
🏢 Brand heritage & koperasi — menautkan identitas produk dengan akar budaya lokal yang kuat.
🤝 Komunitas & pegiat budaya — mengamplifikasi gerakan pelestarian dan advokasi tanah ulayat.

Kolaborasi bisa berupa sponsor episode, narasumber tamu, atau kampanye konten bersama — disesuaikan dengan tujuan dan anggaran Anda.

📞 Ajak kolaborasi sekarang: WA 0812-6349-2788
📋 Lihat proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/

Dimensia Creative — Menjaga Cerita Minangkabau Tetap Hidup di Era Digital.

Berita Terkait

Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi
KUSIEH BENDI: Resep Rahasia ‘Tabola Bale’, Mega-Hit Viral dari Payakumbuh yang Bergema di Istana Merdeka
MPL Season 2 Grand Final Disiarkan Live — Dimensia Creative Tunjukkan Standar Baru Live Streaming Esports di Payakumbuh
100 Tahun Jam Gadang: dari Darah PRRI, Simbol Kolonial, hingga Misteri Angka Romawi u2014 Isi Film Dokumenter Dimensia Creative
Dimensia Creative Garap Film Semi Dokumenter 100 Tahun Jam Gadang: Membongkar Sejarah yang Tak Terucap
Kenapa Pijat Tradisional Bisa Merusak Tulang Anda Selamanya? dr. Hari Mulia: Tulang Nyambung, Tangan Tak Bisa Gerak
Rupiah Tembus 18.000! Dr. Anton Permana: 60% Dunia Maya Kita Adalah Bot, Indonesia Dalam Perang Kognitif
10 Tahun Keliling Indonesia Naik Mobil Tua! Denny & Beda Temukan Jejak Minang dari Kalimantan hingga Ternate

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:03 WIB

KUSIEH BENDI: Resep Rahasia ‘Tabola Bale’, Mega-Hit Viral dari Payakumbuh yang Bergema di Istana Merdeka

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:07 WIB

KUSIEH BENDI: Mana Batas Adat, Mana Batas Kota? Datuk Patiah Baringek Kupas Sejarah & Tanah Ulayat Payakumbuh

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:14 WIB

MPL Season 2 Grand Final Disiarkan Live — Dimensia Creative Tunjukkan Standar Baru Live Streaming Esports di Payakumbuh

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

100 Tahun Jam Gadang: dari Darah PRRI, Simbol Kolonial, hingga Misteri Angka Romawi u2014 Isi Film Dokumenter Dimensia Creative

Berita Terbaru

Pemkab Agam Transfer DBH Rp6,1 Miliar ke 92 Nagari. (Foto: Dok. ANTARA)

Daerah

Pemkab Agam Transfer DBH Rp6,1 Miliar ke 92 Nagari

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:35 WIB

UNAND Dorong Pengolahan Gambir Ramah Lingkungan di Pessel. (Foto: Dok. ANTARA)

Daerah

UNAND Dorong Pengolahan Gambir Ramah Lingkungan di Pessel

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:30 WIB

6 Jenis Buah yang Bisa Menurunkan Asam Urat. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Kesehatan

6 Jenis Buah yang Bisa Menurunkan Asam Urat

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:25 WIB

7 Hobi yang Baik untuk Mental Anak, Asah Kreativitas. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Gaya Hidup

7 Hobi yang Baik untuk Mental Anak, Asah Kreativitas

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:20 WIB

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Pakai Sidik Jari. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Digital

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Pakai Sidik Jari

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:14 WIB