Kenapa Pijat Tradisional Bisa Merusak Tulang Anda Selamanya? dr. Hari Mulia: Tulang Nyambung, Tangan Tak Bisa Gerak

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH — “Tulangnya nyambung, tapi tangannya enggak gerak.” Inilah realita yang sering dijumpai Dr. Hari Mulia, Sp.OT, M.Kes, dokter spesialis ortopedi asal Payakumbuh, pada pasien yang terlambat mendapatkan penanganan medis karena lebih dulu memilih tukang pijat tradisional.

Malunion: Sambung Tapi Cacat

Dr. Hari yang praktik di Pekanbaru ini menjelaskan fenomena paling umum pada pasien yang datang setelah diobati secara tradisional. “Kenapa orang bilang bawa aja ke tukang urut nanti sembuh? Karena sebenarnya tulang itu enggak diapa-apain juga, asalkan dia kontak, nanti akan nyambung.”

Tapi masalahnya ada pada kualitas penyambungan. “Malunion — dia enggak kontak dengan bagus, sehingga kalau di-rontgen kelihatan miring. Kakinya panjang sebelah atau tangannya panjang sebelah kalau dibanding kanan-kiri. Ada juga yang sering diikat terlalu lama, akibatnya kekakuan otot-otot — tulangnya nyambung, tapi tangannya enggak gerak.”

Tugas Ortopedi: Lurus, Kuat, Fungsional

“Tugas dokter ortopedi adalah memastikan tulang yang patah bisa nyambung dengan lurus, kuat, dan fungsional. Itu yang penting,” tegas Dr. Hari. Sambung saja tidak cukup — harus benar secara anatomis dan berfungsi normal.

Baca Juga:  10 Tahun Keliling Indonesia Naik Mobil Tua! Denny & Beda Temukan Jejak Minang dari Kalimantan hingga Ternate

Tahapan Penanganan yang Benar

Dr. Hari memaparkan proses standar penanganan patah tulang: riwayat kejadian → pemeriksaan fisik (cek saraf dan pembuluh darah) → rontgen → analisis konfigurasi patahan → pemilihan treatment dan implan.

“Patah tulang yang sering berhubungan: selain tulangnya patah, sarafnya ikut kena atau pembuluh darahnya ikut sobek. Itu emergency — mutlak harus operasi.”

Konfigurasi patahan sangat menentukan: “Apakah retak, bergeser, lurus, miring, spiral, atau pecah-pecah serpihan. Itu akan menentukan treatment dan pemilihan implan.”

Pesan untuk Masyarakat

“Kalau ujung-ujungnya tetap akan ketemu medis juga, kenapa enggak dari awal ketemu medisnya?” tanya Dr. Hari retoris. Ia mengingatkan bahwa penanganan telat membuat segalanya lebih sulit — operasi lebih lama, penyembuhan lebih panjang.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Eks Pengamen Bus Menggema hingga Malaysia di Podcast 'Kusieh Bendi'

“Satu yang perlu kita waspadai: anggota gerak yang kita miliki, apalagi di usia produktif. Kalau setelah cedera kita enggak bisa kembali seperti sebelum patah, itu jadi beban di pemikiran, jadi beban di ekonomi karena enggak bisa bekerja maksimal.”

Nasihatnya sederhana: “Periksakanlah dengan medis. Karena dari medis kita bisa tahu seberapa berat kondisi yang kita alami. Datang telat, penanganan lebih susah.”


Podcast Kusieh Bendi tayang setiap pekan di YouTube Dimensia Creative, menghadirkan edukasi kesehatan dan diskusi bersama para ahli dari Sumatera Barat. Ingin brand Anda mendukung konten edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat? Kami membuka peluang sponsorship — kunjungi dimensiacreative.com/proposal/ atau hubungi 0812-6349-2788.

Kategori: Video

Berita Terkait

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan
Ibadah Bukan Tren, Bekal “Pulang Kampung”: Ustaz Afri Eki Rizal soal Haji & Umrah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif

Minggu, 27 September 2026 - 21:09 WIB

Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB