PAYAKUMBUH — “Saya menjalankan bisnis Rp300.000, tanpa hutang ke bank, tanpa cicilan.” Sosok inspiratif di balik kalimat itu adalah Falave, seorang mantan guru bahasa Inggris asal Batusangkar yang kini sukses membangun bisnis dengan 35 karyawan dan omzet miliaran rupiah. Kisahnya penuh ujian — dari anak koma 8 minggu hingga rekening di-hack Rp107 juta — ia bagikan secara eksklusif di podcast Kusieh Bendi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari Guru ke Pengusaha
Falave memulai karier sebagai pengajar bahasa Inggris. Keputusan untuk beralih ke dunia bisnis muncul setelah menikah. “Saya dihadapkan dengan dua pilihan. Antara suami dengan bekerja, tentu dua pilihan yang berbeda,” kenangnya. Ia memilih bisnis — dan memulainya hanya dengan modal Rp300.000 dari rumah asrama.
“1 tahun saya jualan, alhamdulillah saya bisa ngomset 4 digit — 1 M pertama saya. Kehidupan yang tidak pernah ada dalam bayang-bayang saya sebelumnya,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Diuji Bertubi-tubi: Anak Koma, Rekening Di-hack
Di balik kesuksesan itu, Falave melewati ujian yang luar biasa berat. Anaknya harus menjalani perawatan intensif selama 8 minggu. “Banyak yang dengan kejadian itu justru pulang nama (meninggal). Tapi ini adalah mukjizat. Dokter bilang, ‘Ini miracle, Bu.'”
Di saat yang bersamaan — ketika anaknya masih dirawat di rumah sakit — rekeningnya di-hack. Uang Rp107 juta raib. Para pelaku memanfaatkan fitur soft mode perbankan untuk bertransaksi di akhir pekan. “Saya bilang ke suami, ‘Sayang, udah biarin aja. Alhamdulillah anak kita sudah sembuh,'” kenangnya.
Yang mengejutkan, ia memilih untuk tidak melaporkan kejadian itu ke mana pun. “Saya ikhlas, Pak. Saya tidak mau memprosesnya. Uang yang ada — dalam kesulitan ada kemudahan. Sama halnya dengan sekolah di kelas, kalau diuji berarti kita mau naik kelas.”
Pola Pikir di Atas Modal
Falave menekankan bahwa kunci suksesnya bukanlah modal besar, melainkan pola pikir. Bekal sebagai guru menjadi senjata rahasianya dalam mengelola 35 karyawan. “Pentingnya pendidikan, jangan sampai kita perempuan berpikir hanya sebatas kasur, dapur, dan sumur. Pola pikir yang bagus akan melahirkan ide-ide. Kita tahu ilmunya bagaimana mengatur karyawan, termasuk ilmu jualan.”
“Saya dari yang dulunya guru bahasa Inggris, sekarang jadi guru bisnis,” ujarnya sambil tertawa. Transisi itu, menurutnya, adalah bukti bahwa pendidikan memberi fondasi untuk beradaptasi di bidang apa pun.
Pesan untuk Perempuan Pengusaha
Falave membuktikan bahwa perempuan bisa sukses di dunia bisnis tanpa harus bergantung pada pinjaman bank. Pesannya sederhana namun kuat: ujian adalah bagian dari proses naik kelas, dan keikhlasan membuka pintu rezeki yang tak terduga.
Podcast Kusieh Bendi tayang setiap pekan di YouTube Dimensia Creative, menghadirkan kisah inspiratif dari tokoh-tokoh Sumatera Barat. Ingin produk atau brand Anda tampil di samping kisah-kisah inspiratif ini? Dimensia Creative membuka peluang kolaborasi untuk UMKM dan brand lokal — kunjungi dimensiacreative.com/proposal/ atau hubungi 0812-6349-2788.









