Suluh dari Aie Tabik: Jejak Literasi dan Jangkar Adat Kamardi Rais

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ARGUMENRAKYAT.COM, PAYAKUMBUH – Ada manusia yang lahir untuk mencatat zaman, ada pula yang ditakdirkan untuk menjaganya. H. Kamardi Rais Datuk Panjang Simulie adalah irisan langka dari keduanya. Lahir di Aie Tabik, Payakumbuh, pada 13 Maret 1933, ia tumbuh di bawah bayang-bayang kepemimpinan ayahnya, Rais Dt. Maudun, yang menjabat sebagai Wali Nagari. Dari tanah kelahiran inilah, benih disiplin adat dan tanggung jawab sosial mulai berakar dalam dirinya.

Ruang Redaksi dan Gelanggang Kebijakan

Bagi Kamardi, kata-kata adalah senjata sekaligus perisai. Langkah awalnya di dunia jurnalistik dimulai pada tahun 1954 bersama Harian Penerangan. Ketajaman pena dan integritasnya kemudian membawa Kamardi menduduki kursi Pemimpin Redaksi Harian Semangat di Padang, hingga akhirnya dipercaya memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumatra Barat. Dunia pers menempa dirinya menjadi sosok yang cermat, skeptis terhadap sensasi, dan setia pada arsip.

Namun, ia tak puas hanya menjadi pengamat di balik mesin ketik. Pada tahun 1987, Kamardi membawa idealisme budayanya ke ranah politik sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat. Di ruang-ruang sidang yang kerap dinilai dingin, ia menyuntikkan ruh Minangkabau, memastikan modernitas pembangunan tidak mengikis akar tradisi.

Baca Juga:  Gerobak Kopi yang Mengubah Hidup: Kisah Sukses Kopi Ajoe dari Payakumbuh

Kiprahnya mencapai puncak ketika ia didapuk memimpin Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dari tahun 1999 hingga akhir hayatnya, bertindak sebagai jembatan kokoh antara warisan leluhur dan tuntutan zaman yang kian dinamis.

Sang “Ensiklopedi Berjalan” dan Perlawanan Terhadap Lupa

Di kalangan sahabat dan kolega, Kamardi dijuluki sebagai “ensiklopedi berjalan”. Ia adalah pengumpul serpihan waktu mencatat nama, tanggal, dan detail peristiwa sekecil apa pun. Warisan intelektualnya yang paling monumental tertuang dalam buku Mesin Ketik Tua, sebuah karya reflektif yang merajut kembali sejarah Sumatra Barat yang sempat tercecer di lembaran-lembaran koran usang dan ingatan kolektif masyarakat.

Dan tak salah bila kita melihat dan menafsirkan dirinya cukup teguh dan baginya, mencatat bukan sekadar hobi, tapi sebuah bentuk perlawanan paling deras sekaligus paling gigih terhadap lupa.

Baca Juga:  Syekh Ibrahim Musa Parabek: Sang Arsitek Moderasi dan Pembaru Pendidikan Minangkabau

Garis Waktu, Perjalanan Dedikasi Kamardi Rais

13 Maret 1933, Lahir di Nagari Aie Tabik, Payakumbuh. 1954, memulai karier jurnalistik di Harian Penerangan. 1987, melangkah ke dunia politik sebagai anggota DPRD Sumatra Barat. Lanjut, tahun 1999 terpilih memimpin Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM). 25 Oktober 2008, ia berpulang dalam usia 75 tahun dan dimakamkan di Padang Alai, Aie Tabik.

Kamardi Rais Dt. Panjang Simulie menutup usia pada 25 Oktober 2008. Ia dimakamkan di tanah yang melahirkannya, meninggalkan sebuah cetak biru berharga bagi generasi penerus: bahwa profesi wartawan, politikus, dan pemangku adat bisa melebur harmonis dalam satu tarikan napas demi menjaga marwah, memori, dan identitas bangsa. Beliau telah tiada, namun catatan-catatannya tetap menyala menjadi suluh penuntun arah.

Berita Terkait

Dekonstruksi Marwah Gelar Adat yang Terdestruksi
Daulat Pemikiran Tan Malaka dan Pemulangan Makam ke Tanah Kelahiran
Bagindo Aziz Chan: Sang Garda Ketahanan Kota Padang
Dunia Seni Rupa Indonesia Berduka: Maestro Pelukis Nasirun Berpulang dalam Usia 60 Tahun
Syekh Abdul Hamid ”Baliau Tanjuang Ipuah” Ulama yang Melahirkan Banyak Ulama Besar
Mengenal Dewi Sartika, Perempuan Melawan yang Disapa Uwi
Rekam Jejak Inyiak De-er dalam Arus Pembaruan Islam di Ranah Minangt
Bagaimana Kita Menyikapi Kutukan Inlander dan Kosongnya Narasi Bangsa?

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:34 WIB

Dekonstruksi Marwah Gelar Adat yang Terdestruksi

Minggu, 27 September 2026 - 22:33 WIB

Daulat Pemikiran Tan Malaka dan Pemulangan Makam ke Tanah Kelahiran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Bagindo Aziz Chan: Sang Garda Ketahanan Kota Padang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Dunia Seni Rupa Indonesia Berduka: Maestro Pelukis Nasirun Berpulang dalam Usia 60 Tahun

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:03 WIB

Syekh Abdul Hamid ”Baliau Tanjuang Ipuah” Ulama yang Melahirkan Banyak Ulama Besar

Berita Terbaru

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi. (Foto: Dok. Humas Polres Pariaman)

Daerah

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:18 WIB