ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengintensifkan operasi perburuan terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pascapembunuhan tiga warga asli Papua di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Operasi penyisiran dan penindakan di wilayah pegunungan memuncak setelah Satgas TNI diserang saat mengawal evakuasi para korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), Letnan Jenderal (Letjen) TNI Lucky Avianto, memimpin langsung operasi udara menggunakan dua helikopter tempur TNI Angkatan Udara. Penjelajahan menyasar sejumlah titik hutan dan kawasan sulit yang disinyalir menjadi sarang persembunyian milisi TPNPB-OPM.
Dalam pengerahan armada dan personel ini, Pangkogabwilhan III didampingi oleh Kaskogabwilhan Marsda Joko Sugeng Srianto, Asintel Brigjen Tanjung, serta Asops Brigjen TNI Patar Sitorus. TNI menegaskan komitmen penegakan hukum demi melindungi seluruh lapisan masyarakat.
Letjen Lucky Avianto menegaskan bahwa pengerahan alutsista dan pasukan darat dilakukan secara optimal guna menyergap para pelaku kekerasan bersenjata tersebut.
“Kami tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan rule of engagement dan peraturan yang berlaku,” ujar Lucky mengutip dari Metro TV 26 Juli 2026.
Penyisiran darat dan udara digencarkan di kawasan Kali Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Wilayah tersebut menjadi jalur pelarian kelompok OPM usai mengganggu proses evakuasi jenazah korban serangan di Yahukimo. Untuk mengatasi kendala geografis, TNI memaksimalkan pengerahan seluruh modalitas tempur yang tersedia.
“Kami menggunakan semua sumber daya yang kami miliki, menggunakan pesawat helikopter, kemudian kendaraan darat, dan juga ada pasukan yang melaksanakan patroli di lapangan,” tegas Lucky.
Tingkat kesulitan medan di daerah pedalaman Papua diakui menjadi tantangan taktis bagi jajaran prajurit di lapangan. Meski demikian, perburuan dan tindakan hukum akan terus berlanjut sampai situasi keamanan terkendali.
“Saat ini saya menggunakan helikopter dan saya menyaksikan sendiri begitu sulit medan yang dilalui, banyak gunung, kemudian lembah, dan juga sungai yang lebar,” tutur Lucky [02:15].
Melalui operasi terpadu ini, TNI memberikan ultimatum keras kepada jajaran TPNPB-OPM agar segera menghentikan aksi kriminal bersenjata, menyerahkan persenjataan mereka, serta kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).









