Purbaya Tegaskan Kas DKI Masih Melimpah, Pertanyakan Rencana Penerbitan Obligasi

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Dok.Willy Kurniawan/Reuters)

Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Dok.Willy Kurniawan/Reuters)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespon rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berniat menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun. Purbaya mempertanyakan urgensi penerbitan instrumen utang surat berharga tersebut di tengah kondisi kas dan pembiayaan daerah yang dinilainya masih sangat mencukupi.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Purbaya, Jakarta memiliki kapasitas fiskal yang kuat serta Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) yang cukup besar dan belum terserap secara optimal. Oleh karena itu, langkah diversifikasi instrumen pembiayaan baru melalui penerbitan obligasi dinilai belum terlalu mendesak untuk dilakukan saat ini.

Baca Juga:  Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK

“Buat apa menerbitkan obligasi? Kan uangnya banyak,” kata Purbaya melansir dari CNN Indonesia 24 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa cadangan anggaran milik Pemprov DKI sejauh ini masih melimpah. “Kan uangnya banyak, masih berapa tahun enggak kepakai,” ujar Purbaya.

Meski demikian, dari aspek kredibilitas dan profil risiko investasi, rencana penerbitan obligasi oleh pemerintah daerah dengan kemampuan finansial sekelas Jakarta dinilai relatif aman dari risiko default atau gagal bayar. Namun, efisiensi manajemen kas (cash management) serta urgensi pembiayaan publik tetap menjadi sorotan utama pemerintah pusat.

Baca Juga:  Purbaya Dijadwalkan Bertemu Pimpinan BI Pasca-Mundurnya Perry Warjiyo, Kemenkeu Matangkan Agenda KSSK

“Kalau kredibel sampai DKI, uangnya banyak, sebenarnya enggak bahaya. Cuma yang jadi pertanyaan adalah, dia kan uangnya enggak kepakai banyak, buat apa terbitkan bond? Tapi saya enggak tahu, nanti saya cek dengan mereka,” tutur Purbaya.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan akan melakukan verifikasi dan koordinasi lebih lanjut bersama pihak Pemprov DKI Jakarta guna memastikan tata kelola keuangan daerah dan manajemen utang tetap berjalan transparan, akuntabel, serta sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku.

Berita Terkait

Purbaya Dijadwalkan Bertemu Pimpinan BI Pasca-Mundurnya Perry Warjiyo, Kemenkeu Matangkan Agenda KSSK
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Tak Lagi Disamaratakan, BGN Formulasi Ulang Insentif SPPG Berbasis Operasional
Tangan Besi Pengumpul Pajak: Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Menjangkau Shadow Economy
Polri Minta Tambahan Anggaran untuk 2027, Berapa Angkanya?
Qodari Jawab Tuntutan Mahasiswa: Sebut Prabowo Panglima Lawan Kebocoran APBN
Purbaya Berdalih Soal Logika “Nombok” Dinas Presiden
Zainal Arifin Mochtar Tanggapi Seskab: Pertanyakan Batasan Dana Pribadi Dinas Luar Negeri Presiden dan Efektivitas Anggaran

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:40 WIB

Purbaya Dijadwalkan Bertemu Pimpinan BI Pasca-Mundurnya Perry Warjiyo, Kemenkeu Matangkan Agenda KSSK

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:32 WIB

Purbaya Tegaskan Kas DKI Masih Melimpah, Pertanyakan Rencana Penerbitan Obligasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:25 WIB

Tak Lagi Disamaratakan, BGN Formulasi Ulang Insentif SPPG Berbasis Operasional

Senin, 20 Juli 2026 - 13:58 WIB

Tangan Besi Pengumpul Pajak: Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Menjangkau Shadow Economy

Berita Terbaru