ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Aksi dugaan perundungan (Bullying) terhadap anak di bawah umur kembali terjadi dan memicu keprihatinan publik. Satuan Reserse Kriminal Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Metro Jakarta Pusat saat ini tengah mendalami kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang bocah laki-laki berinisial MWP (6) di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu (7/6/2026) tersebut mengakibatkan korban mengalami kejang-kejang akibat sengatan listrik. Berdasarkan rekaman kamera pemantau (CCTV), korban diduga dipaksa oleh dua pelaku untuk menempel pada sebuah tiang listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan resmi dari keluarga korban pada Selasa (9/6/2026). Terkait dengan manifestasi yuridis dan langkah penegakan hukum yang sedang berjalan, Kasat PPA Polres Metro Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari Tirto.id, Kompol Rita, menyatakan, “Tanggal 9 Juni 2026 orang tua korban sudah membuat laporan ke Polres Metro Jakpus dan sudah ditangani oleh Sat Res PPA, dan dalam proses penyelidikan,”
Kondisi korban pascakejadian memerlukan perhatian medis intensif akibat dampak trauma fisik yang dialaminya. Nenek korban, Linda Reselin, mengungkapkan bahwa cucunya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah ditemukan dalam kondisi kejang-kejang pascabermain di area taman. Merujuk pada kronologi empiris di tempat kejadian perkara, Linda Reselin, berujar, “Cucu saya main di taman sekitar pukul 18.30 hingga pukul 19.30 WIB. Saya dapat kabar bahwa cucu saya kejang-kejang,”
Kepastian mengenai penyebab cedera fisik yang dialami MWP baru terungkap setelah pihak keluarga melakukan verifikasi melalui alat bukti digital yang terpasang di area publik tersebut. Menguraikan visualisasi faktual yang terekam dalam data elektronik tersebut, Linda Reselin, ungkap:
“Saya besoknya ke taman untuk melihat rekaman CCTV yang ada di dalam taman. Ternyata terlihat cucu saya diduga dipersekusi oleh dua orang berinisial LNG dan RVN. Cucu saya diseret dan ditempelkan ke tiang listrik yang akhirnya membuatnya tersetrum,”









