Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Muzakir Manaf / Mualem, Gubernur Provinsi Aceh (Dok. Instagram @muzakirmanaf1964)

Foto: Muzakir Manaf / Mualem, Gubernur Provinsi Aceh (Dok. Instagram @muzakirmanaf1964)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Ambisi pemerintah pusat mengintegrasikan jaringan gas nasional kini membentur dinding resistensi di Serambi Mekah. Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, secara eksplitis menolak rencana pengaliran seluruh cadangan gas raksasa Blok Andaman ke Pulau Jawa. Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini menuntut kepastian bahwa daerahnya mendapatkan manfaat langsung melalui industrialisasi domestik.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memori kolektif atas eksploitasi masa lalu menjadi basis argumentasi sang gubernur. Dirinya menilai kejayaan gas Arun di masa lalu gagal menyejahterakan masyarakat lokal. Sebagaimana yang dikutip dari Tirto.id pada Senin (1/6/2026), Mualem merefleksikan keterbatasan kapasitas eksekutif daerah dalam mengawal tata kelola regulasi tersebut melalui sebuah pernyataan retoris di Banda Aceh:

“Jadi ini yang perlu kita kembangkan, saya dengan wali (Wali Nanggroe) tidak sanggup,” kata Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem di Banda Aceh, Senin (1/6/2026).

Pria kelahiran Mane Kawan, Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara itu mengonsolidasikan kekuatan politik. Ia menyerukan restrukturisasi posisi tawar dengan menggerakkan jejaring elite politik asal Aceh di ibu kota. Dalam sebuah artikulasi sosiopolitik yang menegaskan kritik atas sentralisme ekonomi masa lalu, ia berujar, “Dengan ada kawan-kawan kita di Jakarta kalau mau disampaikan ya silahkan. Supaya jangan begitu. Kita sudah tau dulu macam mana Arun di masa Soeharto kita jadi penonton terbaik,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dua Kapal Tanker Minyak Sempat Ditarik, Pemerintah Bertindak Cepat Amankan Pasokan Energi Nasional

Bagi Mualem, proyeksi ekonomi Aceh bertumpu pada hilirisasi yang mampu mengabsorpsi tenaga kerja lokal. Paradoks kekayaan alam tanpa multiplier effect domestik harus segera diakhiri. Melalui formulasi visi lokalisasi ekonomi yang pragmatis, ia turut menambahkan, “Bagaimana mereka tinggalkan gas Aceh supaya tidak dibawa semua, jadi ada pabrik-pabrik yang perlu kita bangun di Arun atau di mana supaya anak-anak kita dapat kerja,” lanjutnya.

Sikap politik ini bukan sekadar retorika. Pemerintah Aceh telah melayangkan Surat Gubernur Nomor 500.10/2264 pada 27 Februari 2026, yang mendesak Menteri ESDM menunda persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo di Blok South Andaman. Sikap ini diambil karena belum adanya konsensus ekonomi dengan pihak operator, Mubadala Energy. Aceh mengusulkan optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun sebagai Onshore Receiving Facility (ORF).

Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Motor Listrik, Insentif Hingga Rp6 Juta

Sebaliknya, Jakarta tengah memacu proyek pipa transmisi Dumai-Sei Mangkei (Dusem). Dalam kacamata teknokratis pemerintah pusat, proyek ini adalah manifestasi integrasi energi nasional. Melalui penjelasan resmi yang menekankan aspek konektivitas dan aksesibilitas energi publik, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan, “Pemerintah masih terus mengupayakan pembangunan infrastruktu pipa transmisi gas bumi dalam upaya merealisasikan kemudahan akaes gas dengan menjangkau beberapa wilayah di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, dilansir dari akun Instagram Ditjen Migas @halomigas.

Rencana interkoneksi jalur distribusi dari Aceh hingga Jawa Timur ini kini memicu dinamika baru. Pertarungan diskursus antara ketahanan energi nasional versi Jakarta dan kedaulatan ekonomi daerah versi Mualem sebagai orang nomor satu di Aceh, akan menjadi ujian krusial bagi masa depan tata kelola migas di tanah Serambi Mekah.

Berita Terkait

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS
Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:14 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB