Lara Satwa di Padang Mantinggi: Jerat Babi yang Mengancam Harimau Sumatra

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Harimau terjerat oleh jerat warga, di Jorong Limo Sumpadang Baru, Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman.

Dok. Harimau terjerat oleh jerat warga, di Jorong Limo Sumpadang Baru, Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman.

ARGUMENRAKYAT.COM, PASAMAN – Tragedi konflik satwa dan manusia kembali berulang di Sumatra Barat. Seekor Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) betina berusia sekitar 11 bulan ditemukan tak berdaya akibat terjerat di perkebunan warga di Jorong Limo Sumpadang Baru, Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. Peristiwa kelam pada Kamis, 21 Mei 2026 ini, menambah panjang daftar ancaman eksistensi predator puncak akibat dari tingginya aktivitas antropogenik yang bersinggungan langsung dengan kawasan hutan penyangga di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi penyelamatan diungkapkan secara detail oleh Kepala BKSDA Resort Kabupaten Pasaman, Edi Susilo. Menurut Edi, rantai informasi awal penyelamatan ini bermula dari laporan masyarakat setempat yang hendak pergi berladang. Kepada argumenrakyat.com, Edi Susilo berujar: “Informasi berasal Juliati masyarakat Jorong Limo Sumpadang, Nagari Padang Mantinggi sekitar jam 08.00 pagi pada saat pergi ke kebun melihat seekor Harimau terjerat,” katanya saat diwawancarai pada Jumat, 22 Mei 2026

Baca Juga:  Syekh Ibrahim Kumpulan, Tokoh Naqsyabandiyah dari Pasaman

Laporan akar rumput tersebut segera ditindaklanjuti secara berjenjang melalui koordinasi lintas sektoral antara kepolisian setempat dan otoritas konservasi. Edi menjelaskan bagaimana alur komando darurat itu bergulir dari jajaran pimpinan BKSDA. “Kami mendapatkan laporan dari pimpinan, dan diinstruksikan untuk konfirmasi informasi tersebut. Setelah dikonfirmasi ke polsek Rao, benar adanya harimau yang terjerat di daerah padang mantinggi,” tutur Edi mengonfirmasi validitas laporan tersebut secara komprehensif.

Respons taktis segera disusun demi memitigasi risiko kematian satwa dilindungi itu. Upaya penyelamatan melibatkan tim ahli multidisiplin untuk memastikan tindakan di lapangan berjalan aman. Edi memaparkan kesiapan logistik serta personelnya secara terperinci, “Petugas KSDA Pasaman kemudian mempersiapkan tim yang akan pergi mengevakuasi Harimau Sumatra. Tim terdiri dari petugas BKSDA pasaman, dokter hewan, dan COP serta mempersiapkan peralatan dan bahan untuk evakuasi.”

Baca Juga:  Kemucunlan Harimau Kembali Terlihat di Nagari Koto Rantang, Agam: Kali Ini Dua Ekor

Adapun, maraknya penggunaan jerat oleh masyarakat sekalipun ditujukan membasmi hama ladang, menjadi ancaman fatal bagi satwa non-target akibat tumpang tindih ruang jelajah (home range) satwa dengan aktivitas domestik manusia. Kasus ini menjadi bukti nyata potret kerentanan tersebut. Edi mengonfirmasi jenis jerat pembawa petaka itu, “Sesampainya di lokasi tim menemukan seekor Harimau terjerat oleh jerat babi atau jerat ratus. Harimau Sumatra terjerat di bagian leher dan badan bagian depan.”

Kondisi fisik satwa yang mengalami dehidrasi akut memerlukan penanganan klinis yang sangat komprehensif. Apalagi, satwa langka usia muda ini sempat terjebak dalam waktu yang relatif lama. “Harimau Sumatra berjenis kelamin betina dengan usia diperkirakan 11 bulan. Harimau Sumatra terjerat lebih kurang selama satu hari,” kata Edi menggambarkan status medis satwa, yang kini tengah dirawat intensif di Tempat Transit Sementara BKSDA Sumatra Barat di Kota Padang demi pemulihan kesehatannya.

Berita Terkait

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Sebabkan Kemacetan di Jalur Padang–Painan
TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Tewas Ditembak OPM di Yahukimo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:22 WIB

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:27 WIB

Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja

Berita Terbaru