ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Kekayaan budaya Indonesia tidak hanya terlihat dari tarian dan upacara adat. Akan tetapi, cita rasa kulinernya juga mendunia. Sebagai contoh, Rendang, hidangan khas Minangkabau, secara konsisten menempati peringkat teratas. Berbagai survei internasional, termasuk CNN’s World’s 50 Best Foods, mengakuinya. Selain rasanya gurih, proses memasaknya pun khas. Oleh karena itu, keberhasilan rendang mengangkat nama Indonesia di peta kuliner global. Dengan demikian, ia menjadi simbol kelezatan Nusantara.
Rendang Jawara di Panggung Global
Keistimewaan rendang tidak berhenti di situ. Bahkan pada tahun 2025, rendang kembali mengharumkan nama Indonesia. Ia meraih peringkat pertama sebagai hidangan kelapa terbaik di dunia. TasteAtlas yang mengeluarkan daftar ini. Ratingnya mencapai 4,5 dari lebih 515 ribu penilaian global. Penghargaan ini membuktikan satu hal, yaitu perpaduan tekstur daging empuk dan cita rasa bumbu kompleks. Hasilnya, perpaduan itu berhasil memikat hati para pecinta kuliner dunia.
Sate dan Nasi Goreng: Favorit Turis Mancanegara
Di samping rendang, pesona kuliner Nusantara lainnya terus bersinar. Selanjutnya, baru-baru ini sate kambing berhasil menduduki posisi ketiga. Taste Atlas menobatkannya sebagai street food terbaik dunia pada April 2026. Sate pun unggul atas hidangan populer dari berbagai negara. Prestasi ini menunjukkan bahwa aroma bakaran dan bumbu khas sate digemari wisatawan asing. Dengan begitu, sate mampu bersaing secara global. Tak hanya itu, nasi goreng juga tidak mau kalah. Ia masuk ke dalam daftar 20 street food paling populer di dunia. Di sisi lain, CNN juga mengakuinya sebagai salah satu hidangan nasi terenak di dunia.
Tempe: Superfood Asli Indonesia yang Naik Kelas
Namun, kebangkitan tempe paling mengejutkan. Bahan makanan sederhana asli Indonesia ini mulai naik kelas. Misalnya, di Eropa dan Amerika, tempe menjadi superfood pilihan para vegetarian. Mengapa demikian? Karena kandungan proteinnya tinggi dan profil asam aminonya lengkap. Selain itu, data terbaru mencatat nilai ekspor produk tempe Indonesia pada tahun 2024. Angkanya mencapai USD 3,84 juta. Jumlah itu meningkat 57,71% dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, rata-rata pertumbuhan ekspor mencapai 50,83% dalam lima tahun terakhir (2020-2024).
Kepopuleran kuliner ini bukan sekadar soal rasa. Akan tetapi, ia juga menjadi diplomasi budaya. Sebab, setiap bumbu rempah yang meresap dalam masakan kita menceritakan sejarah panjang. Indonesia memang negeri rempah. Oleh karena itu, menikmati kuliner lokal di hari Minggu bukan hanya mengenyangkan perut. Dengan kata lain, kita juga merayakan identitas bangsa yang telah diakui dunia. Akhirnya, dengan mendukung kekayaan kuliner Nusantara, kita turut memperkuat posisi Indonesia. Dengan demikian, negara kita layak menjadi destinasi kuliner nomor satu di kancah global. (**)









