Menjelang Ajaran Baru 2025/2026, Kemendikbud Luncurkan “Link and Match 2.0” Hadapi Automasi AI

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Menjelang Ajaran Baru 2025/2026, Kemendikbud Luncurkan

Ilustrasi Menjelang Ajaran Baru 2025/2026, Kemendikbud Luncurkan "Link and Match 2.0" Hadapi Automasi AI (Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi meluncurkan konsep Link and Match 2.0. Langkah ini menjadi respons terhadap masifnya kecerdasan buatan (AI) di sektor industri. Dalam rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (28/4/2026), Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menegaskan bahwa kurikulum konvensional tidak lagi cukup untuk membekali lulusan menghadapi era automasi. “Link and Match 2.0 bertujuan mencetak lulusan yang mampu berkolaborasi dengan AI, bukan sekadar terserap kerja. Tantangannya adalah daya adaptasi dan soft skills yang tak tergantikan mesin,” ujar Nadiem.

Tiga Pilar Utama Link and Match 2.0

Selain itu, Kemendikbudristek merumuskan tiga pilar utama dalam kebijakan ini. Pertama, integrasi AI dalam kurikulum dari SD hingga perguruan tinggi. Kedua, penguatan soft skills seperti berpikir kritis, empati, dan kreativitas. Ketiga, sinergi wajib dengan industri melalui program magang bersertifikat dan praktisi mengajar. Sebagai contoh, pakar pendidikan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dewi Sartika, menilai transformasi ini sangat krusial. “Siswa tidak boleh hanya menjadi konsumen AI, tetapi harus memahami logika di balik algoritma,” jelasnya. Dengan kata lain, lulusan ke depan harus menjadi mitra AI, bukan pesaing yang kalah.

Hambatan dan Solusi di Daerah

Namun, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Agus Winarto, mengingatkan tantangan kesiapan guru di daerah. Menurutnya, banyak tenaga pendidik belum terlatih menggunakan AI dalam pembelajaran. Oleh karena itu, Kemendikbudristek mengalokasikan anggaran khusus untuk pelatihan 500.000 guru. Selain itu, pemerintah juga akan membangun laboratorium AI sederhana di 10.000 sekolah. Selanjutnya, pemerintah menargetkan pada tahun 2028, sebanyak 70 persen lulusan SMK dan 60 persen lulusan sarjana telah mengikuti magang berbasis AI. Terakhir, Link and Match 2.0 akan memulai uji coba di 500 sekolah pada Juli 2026. Dengan demikian, bonus demografi Indonesia berpotensi menjadi kekuatan kompetitif di era kecerdasan buatan, bukan beban pengangguran terdidik.(**)

Berita Terkait

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan
Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos
Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta
Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin
ChatGPT, Claude, dan Grok Down Serentak, Ini Teorinya
WhatsApp Uji Fitur Label Chat Penipuan, Begini Cara Kerjanya
Tingkatkan Standar Penyiaran Digital, Dimensia Creative Buka Pelatihan Praktik Studio Bareng Alri Pamuntjak
John Ternus Jadi CEO Apple, Tantangan Berat di Sektor AI

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:19 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Rabu, 9 September 2026 - 10:20 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Selasa, 8 September 2026 - 10:16 WIB

Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin

Jumat, 4 September 2026 - 10:16 WIB

ChatGPT, Claude, dan Grok Down Serentak, Ini Teorinya

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB