PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com – Kejahatan siber kini semakin mengintai masyarakat, bahkan di kota kecil sekalipun. Melalui kanal YouTube Dimensia Creative, podcast Kusia Bendi menghadirkan seorang praktisi IT asal Payakumbuh, Rico Desmon, untuk mengedukasi warga mengenai bahaya dan cara memproteksi diri dari serangan hacker.
Rico mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan digital hanya karena kelalaian kecil yang dianggap sepele. Salah satu modus yang paling marak adalah melalui file undangan nikah palsu.
Modus “Undangan Nikah” dan Saldo Ratusan Juta yang Hilang
Dalam diskusi tersebut, Rico menceritakan kasus tragis di mana saldo rekening seseorang hilang hingga ratusan juta rupiah hanya dalam hitungan detik setelah mengeklik file undangan nikah berformat APK di WhatsApp [36:58].
“Sebenarnya saat kita mengeklik file tersebut, kita tanpa sadar mengizinkan akses kode OTP dan notifikasi ke HP hacker. Jadi, saat pihak bank mengirimkan kode OTP, notifikasinya disenyapkan di HP korban dan langsung masuk ke perangkat pelaku,” jelas Rico [16:44].
Jejak Digital di Media Sosial Jadi Celah
Rico juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam mengunggah foto di media sosial. Hal-hal sepele seperti foto selfie dengan latar belakang rumah atau tidak sengaja memperlihatkan kartu ATM bisa menjadi sumber informasi penting bagi hacker melalui teknik Open Source Intelligence (OSINT) [05:24].
“Hacker mengumpulkan informasi dari hal-hal kecil. Bahkan postingan rencana liburan jauh-jauh hari bisa memberi informasi kapan rumah kosong. Jangan pernah merasa aman 100% selagi kita menggunakan internet,” tegasnya [10:20].
Edukasi dan Solusi Pengamanan
Untuk menghindari serangan, Rico menyarankan beberapa langkah praktis bagi pengguna ponsel cerdas:
-
Verifikasi Dua Langkah: Selalu aktifkan fitur ini di semua platform media sosial dan email menggunakan nomor HP yang aktif [26:19].
-
Jangan Klik Link Asing: Abaikan kiriman link atau file dari nomor yang tidak dikenal, meski tampak seperti dari instansi resmi (seperti BPJS atau Telkomsel).
-
Waspada Deepfake: Kini suara dan wajah bisa diduplikat menggunakan teknologi AI untuk menipu keluarga korban. Jangan mudah percaya jika ada telepon meminta uang darurat [33:55].
Harapan Melahirkan Bibit IT di Payakumbuh
Rico berharap ke depannya Payakumbuh tidak hanya dikenal sebagai kota kuliner, tetapi juga kota yang melahirkan talenta-talenta IT yang handal. Ia pun menyambut baik ajakan kolaborasi dari Dimensia Digital Multimedia untuk merangkul anak-anak muda kreatif di Payakumbuh agar memiliki wadah yang positif dalam mengembangkan skill keamanan siber mereka [41:26].
“Pahami pola serangan hacker, gunakan logika, dan jangan gegabah. Kesadaran individu adalah kunci utama keamanan digital kita,” pungkas Rico [33:11].
Editor: Redaksi ArgumenRakyat.com Sumber: Podcast Kusia Bendi – Dimensia Creative









