Tren ‘Slow Travel’ Meningkat, Kunjungan ke Desa Wisata Melonjak Drastis

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tren 'Slow Travel' Meningkat, Kunjungan ke Desa Wisata Melonjak Drastis(Foto AI)

Ilustrasi Tren 'Slow Travel' Meningkat, Kunjungan ke Desa Wisata Melonjak Drastis(Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Dunia pariwisata Indonesia mencatat pergeseran signifikan pada Mei 2026. Para wisatawan tidak lagi berlomba mengunjungi banyak destinasi dalam waktu singkat. Mereka memilih meresapi setiap momen secara perlahan. Para pelancong menyebut fenomena ini slow travel. Dalam tiga bulan terakhir, tren ini melonjak 45%. Data dari NusantaraTrip, platform perjalanan digital terkemuka, menunjukkan angka tersebut.

Desa-desa wisata di Jawa Tengah dan Bali menduduki peringkat teratas destinasi pekan ini. Tahun-tahun sebelumnya, hotel berbintang mendominasi pencarian. Akan tetapi, kini homestay milik penduduk lokal justru menjadi primadona. Generasi milenial dan Gen Z mendominasi para pelancong ini. Mereka lebih tertarik belajar bertani, membatik, atau membuat anyaman bambu. Mereka tidak ingin sekadar berfoto di tempat ikonik lalu bergegas ke lokasi berikutnya.

Baca Juga:  Pentingnya Sarapan Pagi untuk Konsentrasi Kerja

“Saya menghabiskan empat hari di Desa Pentingsari, Yogyakarta,” ujar Aprilia (27), pekerja kreatif asal Jakarta. “Saya belajar menanam padi dan ikut meracik jamu. Rasanya benar-benar menyembuhkan penat dari pekerjaan kantor.” Kami menghubunginya di sela-sela kegiatan di sebuah homestay.

Tiga Pendorong Utama Tren Ini

Lalu, apa yang mendorong ledakan slow travel? Para ahli mengidentifikasi tiga faktor utama. Pertama, kesehatan mental. Banyak wisatawan ingin melakukan digital detox dari hiruk-pikuk kota. Kedua, kesadaran ekonomi lokal. Para pelancong merasa lebih puas karena uang mereka langsung dirasakan warga desa. Ketiga, autentisitas. Generasi muda memburu pengalaman yang “nyata” dan tidak dibuat-buat. Mereka tetap akan membagikannya di media sosial, namun tanpa tekanan untuk terus daring.

Menanggapi fenomena ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan dukungan penuh. “Tren ini selaras dengan visi pariwisata berkelanjutan,” ujar juru bicara kementerian dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (5/5). “Pemerintah akan segera memperbaiki akses infrastruktur menuju desa-desa terpencil. Perbaikan tersebut mencakup jalan, lampu penerangan, dan sinyal internet terbatas. Kami tetap menjaga ketenangan desa.”

Baca Juga:  Rekomendasi Aplikasi Pengatur Keuangan Gratis, Solusi Cerdas Kelola Dompet Tanpa Ribet

Selain itu, para pengamat pariwisata menilai lonjakan slow travel bukan sekadar fenomena sementara. Menurut mereka, ini awal dari perubahan perilaku jangka panjang pascapandemi. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat desa perlu berkolaborasi. Mereka harus menjaga kualitas pengalaman tanpa mengorbankan identitas lokal. Di sisi lain, jika kolaborasi ini berhasil, desa wisata dapat menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di masa depan. (**)

Berita Terkait

Jebakan ‘Lifestyle Creep’: Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja
Tren ‘Co-Working Space’ Alternatif:Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda
Coba ‘Digital Detox’ Malam Ini: Manfaat Mematikan Layar HP Sejenak demi Kesehatan Mental
Butuh Ketenangan? Ini Destinasi Wisata Alam Hidden Gem yang Wajib Dikunjungi
Bukan Masalah Waktu, Ini Cara Ilmiah Mengatasi Prokrastinasi Menurut Psikolog
Mengenal Ragam Kuliner Nusantara yang Mendunia: Dari Rendang Hingga Tempe
Etika Berkomentar di Medsos yang Sering Terlupakan: Jempolmu Harimaumu
Tak Perlu Pusing Lagi! Ini Cara Mudah Manfaatkan AI untuk Urusan Rumah Tangga di Hari Minggu

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:00 WIB

Jebakan ‘Lifestyle Creep’: Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:00 WIB

Tren ‘Co-Working Space’ Alternatif:Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:00 WIB

Coba ‘Digital Detox’ Malam Ini: Manfaat Mematikan Layar HP Sejenak demi Kesehatan Mental

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:00 WIB

Butuh Ketenangan? Ini Destinasi Wisata Alam Hidden Gem yang Wajib Dikunjungi

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:30 WIB

Bukan Masalah Waktu, Ini Cara Ilmiah Mengatasi Prokrastinasi Menurut Psikolog

Berita Terbaru