Tragedi Peluru Nyasar di UNP, Bukan Kali Pertama

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: tragedi peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP)

Ilustrasi: tragedi peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP)

ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Suasana sore di depan Gedung Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (3/6), mendadak mencekam. Desingan peluru yang entah dari mana asalnya merobek ketenangan kampus, melukai dua orang yang tengah berada di kawasan kampus. Insiden berdarah ini menambah panjang daftar kelam peluru nyasar yang berulang kali menghantui civitas akademika UNP.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa ini menggenapi catatan empat kali kasus serupa, termasuk insiden Selasa (2/6) kemarin. Rekam jejak digital menunjukkan bahwa peluru nyasar juga pernah menghujam area kampus pada tahun 2010, 2017, dan 2020.

Rentetan peristiwa ini mengindikasikan adanya celah kerawanan geografis yang persisten. Pada tahun 2010, peluru nyasar melukai salah seorang mahasiswi jurusan Sosiologi bernama, Astuti. Tujuh tahun berselang, tepatnya pada 2017, peluru nyasar merusak jendela lantai 3 gedung rektorat UNP. Peluru itu menembus kaca gedung pada malam hari saat di dalam gedung tidak ada aktivitas di dalam gedung rektorat. Di lantai gedung rektorat tersebut, pihak kepolisian menemukan dua butir proyektil peluru.

Anomali keamanan ini terus berulang. Sementara di tahun 2020, peluru nyasar terjadi bulan Februari mengenai kaca gedung Rektorat UNP. Proyektil peluru ukuran 5,56 milimeter ditemukan di lantai 3 gedung LP2M.

Otoritas birokrasi kampus mengonfirmasi adanya preseden buruk yang berulang tersebut melalui pernyataan Sekretaris UNP, Erianjoni, yang mengutarakan simplifikasi ingatan kolektifnya, “Iya. Saya tidak ingat persisnya. Tapi bisa dilihat di jejak digital,” katanya saat ditanya wartawan, melansir dari CNN Indonesia.

Di sisi lain, institusi militer segera merespons insiden tersebut. Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav. Taufiq membenarkan adanya dugaan peluru nyasar yang mengenai mahasiswa di UNP. Kendati demikian pihaknya masih melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal penembakan tersebut. Melalui pendekatan klarifikasi situasional, ia memaparkan, “Memang benar ada kejadian, ada dua masyarakat kita yang kena peluru nyasar, namun yang belum bisa dipastikan apakah peluru itu berasal dari anggota kodam kita yang sedang latihan atau bukan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sinergi Polri dan ATR/BPN di Hardiknas 2026: Rezka Oktoberia Dorong Pendidikan Berkualitas di Sumbar

Fakta di lapangan menunjukkan adanya korelasi waktu antara aktivitas militer dan waktu kejadian. Ia juga mengatakan pada saat kejadian, ada kegiatan latihan penembakan yang dilakukan dari pagi hingga sore hari. Terkait detail operasional taktis, ia mengonfirmasi, “Latihan yang dilakukan Batalion DTP Singgalang itu dari pagi hingga sore menggunakan senjata laras panjang. Lokasi latihan sekitar 800 meter dari kampus,” katanya.

Menanggapi akumulasi insiden yang mengancam keselamatan publik ini, Taufik mengatakan TNI akan mengevaluasi. Mengenai parameter kelayakan teknis, ia berdalih, “Kalau seperti itu kita tidak bisa perdiksikan, secara teknis lapangan tembak sudah standar, sudah diteliti berapa lebar dan tinggi. Tapi tetap kita evaluasi,” ujarnya. Menurutnya saat ini TNI fokus pada penanganan korban dan melakukan investigasi lanjutan. TNI juga menyatakan akan menanggung semua pembiayaan atau perawatan sampai korban sembuh.

Secara kronologis, Humas UNP melalui keterangan tertulis menjelaskan kronologi penembakan tersebut. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB. Diduga peluru berasal dari lokasi Latihan Tembak TNI di Lapai, yang berjarak 800 meter dari kampus Induk Universitas Negeri Padang (UNP) Air Tawar Padang.

Baca Juga:  Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai

Dalam rilis resmi bermuatan data korban tersebut, pihak Humas memaparkan, “Akibat peristiwa kecelakaan ini menyebabkan dua korban terkena peluru tersebut yakni Nova Wirantika (25 Tahun) mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP dan Guruh Guino (bukan mahasiswa UNP) yang merupakan teman dari salah seorang mahasiswa UNP. Kedua korban dalam posisi duduk bersama dengan teman-temannya di alun-alun depan Rektorat UNP,” tulis pihak UNP.

Merespons urgensi situasi di area manifestasi kejadian, Rektor UNP Krismadinata yang saat itu berada di sekitar TKP, langsung turun tangan dengan menghubungi pihak Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol dan Komandan Batalyon 133, termasuk KABINDA serta Polsek Padang Utara untuk berkoordinasi terkait dengan peristiwa tersebut.

Terkait langkah evakuasi medis kedaruratan, ia menjelaskan, “Di saat bersamaan Tim medis UNP segera melarikan korban ke Rumah Sakit terdekat RS Hermina Padang dengan menggunakan ambulans UNP untuk penanganan segera. Korban Nova Wirantika harus menjalani operasi malam ini, karena selongsong peluru masih bersarang di paha kirinya, sedangkan setelah mendapat tindakan medis di RS Hermina,” ujarnya. Lalu korban Guruh Guino telah ditangani oleh tim medis dan dipindahkan untuk proses pemulihan di RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang.

Menutup penjelasan mengenai tanggung jawab kelembagaan pasca-insiden, ia menegaskan, “Dalam penanganan kecelakaan pihak Pangdam Tuanku Imam Bonjol sangat bertanggung jawab mulai dari Pangdam Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Kasdam, Danrem, Dandim, dan staf TNI lain serta beberapa dokter TNI hadir di RS Hermina untuk memberikan pertolongan segera,” ungkapnya.

Berita Terkait

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia
Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh
Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi
Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi
Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:35 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB